Iran Aktualita 25 Januari 2020
https://parstoday.ir/id/news/iran-i77960-iran_aktualita_25_januari_2020
Perkembangan Iran pekan ini seputar penekanan Presiden Rouhani bahwa Gedung Putih tidak Dapat Membuat Keputusan untuk Iran.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jan 25, 2020 17:24 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran Hassan Rouhani
    Presiden Iran Hassan Rouhani

Perkembangan Iran pekan ini seputar penekanan Presiden Rouhani bahwa Gedung Putih tidak Dapat Membuat Keputusan untuk Iran.

Isu lain adalah penegasan Menhan Iran Amir Hatami bahwa balasan Iran atas kejahatan AS sebuah tamparan bagi Washington. Tanggapan jubir Kemenlu Iran atas pengiriman armada laut Korsel ke Teluk Persia. Iran Dukung Keputusan Irak Mengusir Pasukan AS. Tanggapi Menlu Saudi, Zarif; Pintu Iran Selalu Terbuka untuk Dialog.

Rouhani: Gedung Putih tidak Dapat Membuat Keputusan untuk Iran

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, musuh takut terhadap kekuatan rakyat dan budaya Iran.

Dalam sidang kabinet hari ini (Rabu, 22/1/2020), Rouhani menambahkan tidak ada kekuatan yang lebih tinggi dari kehadiran, perlawanan, pengorbanan, dan persatuan rakyat.

Presiden Rouhani

"Rakyat Iran dengan pengorbanannya, selalu bersatu dalam menghadapi berbagai masalah dan peristiwa," ujarnya.

Menurut Rouhani, hari ini kekuatan nasional perlu mendapat perhatian lebih dari sebelumnya. Kekuatan nasional terdiri dari kekuatan budaya, ekonomi, keamanan, dan politik. Keempat kekuatan ini harus bergandengan sehingga dapat bergerak di jalur yang tepat.

Di bagian lain, Rouhani menenkankan pentingnya memperkuat sektor pariwisata dan mengatakan, Iran dapat memiliki pendapatan yang paling tinggi dari sektor pariwisata dengan memperhatikan keamanan, peninggalan sejarah, iklim yang beragam, dan keindahan alam.

Mengenai pemilu parlemen Iran, Rouhani menuturkan orang-orang yang duduk di Gedung Putih, tidak dapat membuat keputusan untuk bangsa Iran, tapi mereka sendiri yang akan mengambil keputusan dengan bekal iman dan semangat yang tinggi.

Iran akan menyelenggarakan pemilu parlemen pada 21 Februari 2020 secara nasional untuk memilih 290 anggota legislatif. Secara bersamaan, pemilu Dewan Ahli Kepemimpinan juga akan digelar di lima daerah pemilihan yaitu Tehran, Fars, Khorasan Utara, Khorasan Razavi, dan Qum.

Amir Hatami: Tamparan Iran kepada AS di Ain al-Asad akan Abadi

Menteri Pertahanan Republik Islam Iran mengatakan, dampak tamparan keras angkatan bersenjata Iran menarget pangkalan militer AS di Ain al-Asad akan abadi di sejarah.

Seperti dilaporkan IRNA, Amir Hatami Kamis (23/01) di Konferensi Standar Kualitas Angkatan Bersenjata Republik Iran di Tehran menambahkan, tamparan keras angkatan bersenjata Iran dalam menarget pangkalan AS di Ain al-Asad dilakukan di level tertinggi standar dari sisi waktu, kualitas dan akurasi rudal.

Amir Hatami

Seraya menjelaskan bahwa balasan atas kejahatan AS adalah tuntutan umum bangsa Iran, Amir Hatami mengatakan, "Dewasa ini Republik Islam memiliki seluruh elemen kekuatan dan tekad yang diperlukan untuk membalas agresor dan setiap ancaman di setiap level akan dibalas dengan senjata defensif berkualitas.

Sepah Pasdaran Iran dalam membalas kejahatan Amerika meneror Komandan pasukan Quds IRGC, Letjen Qasem Soleimani pada (08/01) menembakkan puluhan rudal ke pangkalan militer AS di Provinsi al-Anbar dan Arbil Irak.

Syahid Soleimani yang berkunjung ke Irak atas undangan resmi petinggi negara ini, pada Jumat (03/01) dini hari bersama Abu Mahdi al-Muhandis, wakil komandan Hashd al-Shaabi beserta delapan orang lainnya gugur syahid akibat serangan udara militer Amerika di dekat Bandara Udara Baghdad.

Mousavi: Tak Kenal Teluk Persia untuk Apa Korsel Kirim Pasukan

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran memprotes penggunaan nama lain untuk Teluk Persia oleh Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

Sayid Abbas Mousavi, Selasa (21/1/2020) malam di laman Twitternya menulis, Kemenhan Korea Selatan bahkan tidak mengetahui nama bersejarah Teluk Persia, lalu atas alasan apa mereka mengirim pasukan ke kawasan.

Mousavi menambahkan, penghormatan timbal balik, dan sikap mau menerima kenyataan adalah asas hubungan bangsa-bangsa beradab.

Jubir Kemenlu Iran, Senin (20/1) dalam jumpa persnya menyinggung kehadiran militer Korea Selatan di Teluk Persia dan menuturkan, langkah ini tidak bisa diterima oleh Iran, dan dianggap sejalan dengan petualangan Amerika Serikat.

Sayid Abbas Mousavi

Iran Dukung Keputusan Irak Mengusir Pasukan AS

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengatakan musuh dengan meneror Komandan Pasukan Quds Letnan Jenderal Qasem Soleimani, berusaha mengurangi pengaruh dan kehadiran Iran di kawasan.

"Kehadiran kuat dan pengaruh moral Republik Islam Iran di kawasan akan terus berlanjut," tegas Sayid Abbas Mousavi ketika berbicara sebagai narasumber dalam program "Bahse Roz" Radio Iran, Rabu (22/1/2020).

Menurutnya, pembunuhan Letjen Soleimani adalah sebuah kehilangan yang tidak bisa ditutupi, tapi berkah darah syahid ini telah melahirkan sebuah energi besar di dunia.

"Warga di berbagai belahan dunia secara spontanitas berkumpul di depan kedutaan-kedutaan AS untuk mengecam tindakan terorisme rezim tersebut," ujarnya.

Mousavi menjelaskan bahwa berkah pertama dari darah syahid Soleimani dan rekan-rekannya adalah tuntutan serentak pemerintah dan rakyat Irak untuk mengusir pasukan agresor AS dari negara itu.

"Parlemen Irak telah mensahkan sebuah undang-undang yang didukung oleh pemerintah dan rakyat Iran serta seluruh bangsa regional," tandasnya.

Dia menuturkan akar dari semua instabilitas, konflik, dan perpecahan adalah intervensi asing di kawasan. "Kehadiran AS dan sekutunya di kawasan tidak membawa apapun kecuali kebencian, perang, dan pertumpahan darah," pungkas Mousavi.

Komandan Pasukan Quds Iran, Letjen Qasem Soleimani dan Wakil Komandan Hashd al-Shaabi Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, gugur syahid dalam serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan teroris AS di Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari lalu.

Tanggapi Menlu Saudi, Zarif; Pintu Iran Selalu Terbuka untuk Dialog

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan, pintu Iran selalu terbuka untuk dialog dengan negara-negara tetangga.

Fars News (23/1/2020) melaporkan, Mohammad Javad Zarif di laman Twitternnya menegaskan sikap Iran dalam mendukung dialog regional untuk mewujudkan stabilitas dan kemajuan serta tumbuhnya harapan di antara bangsa-bangsa kawasan.

Zarif mengatakan, Iran selalu membuka pintu dialog untuk negara-negara tetangga, dan kami siap berpartisipasi melakukan langkah penyempurna apapun dalam kerangka kepentingan kawasan, dan menyambut setiap langkah yang dapat menumbuhkan kembali harapan, stabilitas dan kemajuan.

Sebelumnya Menlu Saudi, Faisal bin Farhan pada Rabu (22/1) dalam wawancara dengan Reuters mengulang klaim bahwa Saudi siap berdialog dengan Iran.

Menlu Zarif

Di sela pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia, WEF di Davos, Swiss, Menlu Saudi menuturkan, Riyadh siap berdialog dengan Tehran, dan hal ini tergantung dari tekad Iran sendiri.

Ia menambahkan, Iran harus menerima bahwa syarat setiap dialog adalah bahwa Iran tidak bisa menjalankan agenda regionalnya dengan kekerasan.

Mousavi: Ancaman Hook Teror Ghaani Kuak Terorisme Negara AS

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengecam statemen wakil khusus Amerika Serikat untuk Iran yang mengancam akan meneror komandan pasukan Quds IRGC.

Brian Hook, wakil khusus AS untuk Iran Kamis (23/01) saat diwawancarai Koran al-Sharq al-Awsat di sela-sela forum ekonomi internasional di Davos Swiss dalam sebuah statemen congkak mengatakan, “Brigjen Esmail Ghaani, pengganti Letjen Qasem Soleimani di pasukan Quds Sepah Pasdaran Iran jika meneruskan langkah pendahulunya maka ia akan mengalami nasib serupa dengan Soleimani.”

Sayid Abbas Mousavi mengatakan, statemen seperti ini oleh staf kemenlu Amerika sebuah upaya terang-terangan dan resmi teror sistematis dan negara oleh pemerintah Washington.

“Setelah rezim Zionis Israel, Amerika merupakan rezim kedua yang secara resmi menyatakan memanfaatkan fasilitas pemerintah dan angkatan bersenjatanya untuk melakukan aksi teror dan di masa depan pendekatan ini juga akan berlanjut,” papar Mousavi.

Jubir Kemenlu Iran menyebut kebijakan Amerika melakukan aksi teror sebagai indikasi kelemahan, putus asa dan kebingungan petinggi Gedung Putih serta ia meminta masyarakat internasional mengutuk aksi ini dan terorisme negara, karena berlanjutnya proses ini cepat atau lambat akan dialami oleh semua pihak.

Syahid Letjen Soleimani yang berkunjung ke Irak atas undangan resmi pemerintah Baghdad bersama Abu Mahdi al-Muhandis, wakil komandan Hashd al-Shaabi serta delapan orang lainnya gugur syahid Jumat (03/01) dini hari akibat serangan udara militer Amerika di dekat Bandara Udara Baghdad.

Kejahatan Amerika Serikat ini menuai kecaman luas di tingkat internasional.