Ketua Baru Parlemen Iran: Kami akan Usir Tentara AS dari Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i81864-ketua_baru_parlemen_iran_kami_akan_usir_tentara_as_dari_kawasan
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut Revolusi Islam sebagai model saingan utama bagi sistem kapitalis global.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 31, 2020 09:10 Asia/Jakarta
  • Mohammad Bagher Ghalibaf.
    Mohammad Bagher Ghalibaf.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut Revolusi Islam sebagai model saingan utama bagi sistem kapitalis global.

Dalam sidang paripurna hari Ahad (31/5/2020), dia mengatakan bahwa dengan melihat permusuhan sengit sistem hegemoni yang mengerahkan semua instrumen kekuatan media, ekonomi, politik, dan intelijennya terhadap sistem Republik Islam Iran, merupakan bukti nyata bahwa hari ini Revolusi Islam telah menjadi model saingan utama bagi sistem kapitalis global.

Ghalibaf menekankan bahwa parlemen periode ke-11 Iran berkomitmen untuk melanjutkan jalan Syahid Qassem Soleimani dalam meningkatkan kemampuan poros perlawanan.

"Strategi parlemen Iran dalam berurusan dengan Amerika teroris adalah menyempurnakan mata rantai balas dendam atas darah Syahid Soleimani dan ini akan berlanjut sampai semua tentara teroris Amerika diusir dari kawasan," tegas Ghalibaf.

"Parlemen periode ke-11 menganggap kebijakan anti-arogansi sebagai doktrin ideologis dan kepentingan strategis. Negosiasi dan kompromi dengan Amerika Serikat – sebagai poros arogansi global – adalah sia-sia dan berbahaya,” tandasnya.

"Parlemen Iran menganggap mendukung bangsa Palestina, Hizbullah Lebanon, kelompok-kelompok perlawanan, Hamas, Jihad Islam, dan rakyat tertindas Yaman sebagai tugas revolusioner dan nasionalnya," ujarnya.

Ghalibaf menambahkan bahwa kami akan selalu bersama rakyat, pemerintah dan otoritas keagamaan Irak serta siap menjalin kerja sama dengan mereka.

"Parlemen Iran mendukung perluasan hubungan dengan dunia, tetapi percaya kepada pemerintah-pemerintah yang memiliki jejak kelam baik dalam lembaran sejarahnya atau selama era Republik Islam, akan menjadi sebagai sebuah kesalahan strategis," pungkasnya. (RM)