Prakarsa Iran untuk Perdamaian Afghanistan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i87604-prakarsa_iran_untuk_perdamaian_afghanistan
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, mengatakan rakyat Afghanistan telah menderita pertumpahan darah selama lebih dari 40 tahun, yang kebanyakan bersumber dari luar.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Nov 25, 2020 16:05 Asia/Jakarta
  • Prakarsa Iran untuk Perdamaian Afghanistan

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, mengatakan rakyat Afghanistan telah menderita pertumpahan darah selama lebih dari 40 tahun, yang kebanyakan bersumber dari luar.

Realitas pahit ini disampaikan Zarif secara virtual pada Konferensi Afghanistan 2020 di Jenewa, yang dihadiri oleh pejabat tinggi dari 66 negara dan 32 organisasi internasional dengan tujuan mencari cara untuk menciptakan perdamaian, kemandirian, dan kemakmuran Afghanistan.

“Ini adalah tragedi yang sangat besar bahwa 20 tahun setelah konferensi di Bonn, kita masih berbicara tentang perang Afghanistan,” ujar menlu Iran mengawali pidatonya.

Dia mencatat bahwa pendekatan militer untuk membangun perdamaian telah gagal dan kehadiran pasukan asing menjadi masalah yang berkepanjangan.

“Iran selalu mendukung dialog intra-Afghanistan yang dimiliki dan dipimpin oleh orang-orang Afghanistan sendiri. PBB harus memainkan peran sentral dalam memfasilitasi dialog intra-Afghanistan, dan Iran siap untuk bekerja sama,” tegasnya.

Mohammad Javad Zarif.

Afghanistan dilanda perang dan kehancuran selama bertahun-tahun, yang membuat negara itu menyaksikan keterpurukan ekonomi, perpecahan, ekstremisme, dan terorisme. Situasi ini muncul akibat dari berbagai faktor, tetapi faktor utamanya adalah campur tangan asing di Afghanistan. Serangan teroris baru-baru ini termasuk pembantaian brutal di Universitas Kabul dan serangan roket di Kabul adalah sebagian dari realitas pahit ini.

Pertanyaannya, bagaimana cara membantu mewujudkan perdamaian dan keamanan di Afghanistan? Pidato menlu Iran pada Konferensi Afghanistan 2020 dapat menjadi jawaban yang jelas dan realistis atas pertanyaan ini.

Menurut menlu Iran, keluarnya pasukan asing secara bertanggung jawab dari Afghanistan yang diikuti dengan penyerahan tanggung jawab keamanan kepada pasukan Afghanistan, dapat menjadi langkah positif menuju perdamaian yang berkelanjutan.

Isu-isu yang ditekankan oleh menlu Iran dalam pidatonya adalah membangun integrasi dan kerja sama kolektif, serta memanfaatkan kapasitas regional untuk mencapai perdamaian abadi di Afghanistan.

Dalam konteks ini, prioritas pertama dalam diplomasi Iran adalah berusaha menghentikan kekerasan dan perang dengan pendekatan dialog untuk perdamaian. Membantu ekonomi dan mata pencaharian rakyat Afghanistan serta membangun kembali kehancuran yang disebabkan oleh perang adalah masalah penting lainnya, di mana menurut Iran, harus dicapai bersamaan dengan langkah-langkah politik.

Aparat keamanan Afghanistan mengepung teroris yang menyerang Universitas Kabul.

Perwakilan Khusus Menlu Iran untuk Urusan Afghanistan, Mohammad Ebrahim Taherianfard dalam pertemuan dengan Utusan Khusus PBB untuk Afghanistan, Deborah Lyons di Tehran pada 8 November lalu, mengatakan Republik Islam memandang perdamaian dan keamanan Afghanistan sebagai perdamaian dan keamanannya sendiri.

“Iran mendukung proses perdamaian di Afghanistan yang dipimpin oleh orang-orang Afghanistan sendiri,” tegasnya.

Dari segi ekonomi, Iran selalu berada di garis depan dalam membantu infrastruktur Afghanistan, meskipun Iran menghadapi sanksi dan tekanan dari Amerika Serikat.

Peresmian jalur kereta api Khaf-Herat dan membangun koneksi jalur kereta api Iran-Afghanistan adalah bagian dari langkah penting Tehran untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara. Iran juga menyediakan fasilitas untuk membantu ekonomi dan pendapatan Afghanistan, termasuk akses mudah ke perairan internasional dan India melalui pelabuhan strategis Chabahar.

Iran juga siap untuk menghubungkan jalur pipa gas dan produk olahan minyak ke Afghanistan sehingga memudahkan rakyat negara itu dalam memanfaatkan energi.

Jadi, dapat dikatakan bahwa mendukung perdamaian dan keamanan menjadi fokus diplomasi regional dan internasional Iran dalam berinteraksi dengan para tetangganya, terutama Afghanistan. Iran mendukung pemerintah dan rakyat Afghanistan untuk memajukan tujuan ini. (RM)