Ini Penjelasan Ilmuwan Iran Tolak Vaksin AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i89318-ini_penjelasan_ilmuwan_iran_tolak_vaksin_as
Kepala Akademi Ilmu Kedokteran Iran, Alireza Marandi dalam sebuah surat kepada Sekretaris Jenderal PBB mengatakan, "Tidak ada jaminan efektivitas jangka panjang tanpa efek samping dari vaksin buatan Amerika dengan teknologi baru mRNA."
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jan 13, 2021 07:24 Asia/Jakarta
  • Ini Penjelasan Ilmuwan Iran Tolak Vaksin AS

Kepala Akademi Ilmu Kedokteran Iran, Alireza Marandi dalam sebuah surat kepada Sekretaris Jenderal PBB mengatakan, "Tidak ada jaminan efektivitas jangka panjang tanpa efek samping dari vaksin buatan Amerika dengan teknologi baru mRNA."

Alireza Marandi menulis surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Selasa (12/1/2021) untuk menanggapi pernyataan Direktur Eksekutif Program Manajemen Darurat Organisasi Kesehatan Dunia yang mengatakan "Jangan mempolitisasi virus Corona".

"Iran memiliki hak sendiri untuk memutuskan apakah akan menolak vaksin dengan teknologi yang tidak dapat diandalkan," katanya.

Marandi memandang potensi efek samping jangka panjang dari vaksin yang diproduksi di AS sangat tidak pasti, sehingga  warga AS sendiri tidak diizinkan untuk menuntut perusahaan atau pemerintah, jika vaksin mengakibatkan efek samping.

Di bagian lain dari suratnya kepada Guterres, Kepala Akademi Ilmu Kedokteran Iran menekankan bahwa kegagalan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menanggapi sanksi AS yang tidak manusiawi terhadap Iran tidak lain dari masalah politik. 

"Hal yang harus kita waspadai dari vaksinasi mRNA Amerika kepada masyarakat karena jenis vaksin ini telah diproduksi dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya berdasarkan teknologi yang belum pernah dilisensikan sebelumnya," papar kepala akademi ilmu kedokteran Iran.

Marandi dalam suratnya kepada sekjen PBB menegaskan bahwa para ilmuwan Iran telah bekerja keras untuk mengembangkan dan memproduksi vaksin Corona yang akan berhasil lebih cepat jika tidak menghadapi tekanan sanksi.

"Negara-negara Barat merampas akses orang-orang Iran terhadap obat-obatan dan peralatan medis vital, bahkan selama epidemi Covid-19 saat ini," pungkasnya. (PH)