Ghalibaf: Iran dan Rusia Dapat Memikirkan Kemitraan Jangka Panjang
https://parstoday.ir/id/news/iran-i91108-ghalibaf_iran_dan_rusia_dapat_memikirkan_kemitraan_jangka_panjang
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan perkembangan global tidak akan berdampak pada hubungan strategis Rusia dan Republik Islam.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 10, 2021 06:49 Asia/Jakarta
  • Mohammad Bagher Ghalibaf (tengah).
    Mohammad Bagher Ghalibaf (tengah).

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan perkembangan global tidak akan berdampak pada hubungan strategis Rusia dan Republik Islam.

“Prospek hubungan timbal balik antara Rusia dan Iran cukup menjanjikan,” ujarnya dalam pidato di hadapan para dosen dan mahasiswa Akademi Ilmu Pengetahuan Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskow, Selasa (9/2/2021).

Ghalibaf menuturkan bahwa kerja sama bilateral di sektor perdagangan, bisnis, dan transportasi sangat baik, dan ia berharap agar hubungan ekonomi kedua pihak semakin erat di masa depan.

Menurutnya, ada waktu yang tepat bagi hubungan Moskow dan Tehran untuk berubah menjadi kemitraan strategis.

Dia mencatat bahwa Rusia telah menjadi mitra penting Iran dalam perjanjian nuklir JCPOA dan perubahan kepemimpinan di Gedung Putih tidak akan memengaruhi kemitraan Moskow-Tehran.

“Moskow dan Tehran sama-sama mendukung multilateralisme di tingkat internasional. Abad ke-21 adalah abad milik Asia, karena elemen kekuatan mulai dari populasi hingga sumber ekonomi tumbuh di benua ini,” kata ketua Parlemen Iran.

“Republik Islam yakin bahwa Moskow dan Tehran dapat memikirkan kemitraan 20 hingga 50 tahun,” imbuhnya.

Berbicara tentang kebijakan sanksi AS terhadap Iran, Ghalibaf menegaskan bahwa sekarang terserah pada pemerintahan baru AS untuk mencabut sanksi atau tidak.

“Jika pemerintahan Joe Biden mencabut sanksi dan menghapus pembatasan di sektor perbankan, kami juga akan kembali memenuhi komitmen JCPOA dan melaksanakan Protokol Tambahan,” pungkasnya. (RM)