Transformasi Timur Tengah, 13 Januari 2019
-
Perempuan Palestina mengambil bagian dalam protes di dekat perbatasan Gaza dengan wilayah pendudukan.
Transformasi di Timur Tengah pekan lalu diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya; Brutalitas Israel terhadap Warga Palestina Meningkat, Suriah Dilaporkan akan Segera Bergabung dengan Liga Arab, Netanyahu dan MBS akan Segera Bertemu di Kairo, dan Kelaparan Ancam Keselamatan 24 Juta Warga Yaman.
Brutalitas Israel terhadap Warga Palestina Meningkat
Pasukan rezim Zionis membunuh seorang wanita Palestina dan melukai sedikitnya 25 orang selama aksi protes di sepanjang perbatasan antara Gaza dan wilayah pendudukan. Juru bicara Kementerian Kesehatan Jalur Gaza, Ashraf al-Qedra mengatakan Aml Moustafa Ahmed, wanita Palestina berusia 43, gugur ditembak oleh tentara Israel selama protes di Gaza pada hari Jumat (11/1/2019).
Dia menambahkan pasukan Israel juga menembak dan melukai setidaknya 25 orang lainnya selama bentrokan. Dua wartawan dan seorang paramedis ikut terluka setelah mereka terkena bom gas air mata.
Ketegangan meningkat di dekat pagar yang memisahkan antara Gaza dan wilayah pendudukan sejak 30 Maret 2018. Para pemrotes Palestina menuntut hak kepulangan bagi mereka yang telah diusir dari tanah airnya.
Bentrokan di Gaza mencapai puncaknya pada 14 Mei 2018, menjelang peringatan 70 tahun Hari Nakba (Hari Malapetaka), di mana tahun ini bertepatan dengan pemindahan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke daerah al-Quds. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejauh ini sekitar 240 warga Palestina gugur dan lebih dari 20.000 lainnya terluka akibat serangan pasukan Israel.
Pasukan Israel pada Jumat (11/1/2019) sore dilaporkan melancarkan serangan artileri ke Gaza. Seperti dikutip media Tasnimnews, sumber-sumber di Palestina menyatakan artileri Israel menarget pos-pos kelompok perlawanan di selatan dan timur Jalur Gaza. Sampai sekarang belum diperoleh laporan tentang korban atau kerugian akibat serangan itu.
Pekan lalu, tentara Israel menyerbu sejumlah daerah di Tepi Barat dan menangkap 22 warga Palestina. Pasukan Israel juga memeriksa rumah-rumah warga Palestina di Baitul Maqdis, Ramallah, al-Khalil, Nablus dan Qalqilya di Tepi Barat.
Pasukan Israel secara rutin menangkap dan memenjarakan warga Palestina tanpa alasan yang jelas. Saat ini sekitar 6.000 warga Palestina ditahan di penjara-penjara Israel, di mana 62 orang dari mereka perempuan dan 300 anak di bawah umur.
Tahanan Palestina selalu berada di bawah penyiksaan fisik dan mental atau mendapat perlakuan yang tidak manusiawi.
Suriah Dilaporkan akan Segera Bergabung dengan Liga Arab
Penasihat Presiden Tunisia, Lazhar al-Qorawi al-Chabi mengatakan Liga Arab saat ini sedang mempelajari kemungkinan memulihkan keanggotaan Suriah di tengah sinyal yang menjanjikan bahwa pemerintah Damaskus yang dipimpin oleh Presiden Bashar al-Assad diterima kembali di dunia Arab.
"Ada beberapa tanda positif sehubungan dengan pemulihan keanggotaan Suriah di Liga Arab, terutama setelah beberapa negara Arab memutuskan untuk membuka kembali kedutaan mereka di Damaskus," kata al-Chabi di ibukota Lebanon, Beirut, pekan lalu.
Al-Chabi mengatakan bahwa ini adalah waktu yang tepat bagi Suriah untuk kembali ke Liga Arab. "Suriah tidak bisa tetap berada di luar Liga Arab lagi. Ini adalah tempat normalnya,” kata pejabat senior Tunisia itu.
Liga Arab menangguhkan keanggotaan Suriah pada November 2011 dengan alasan tindakan represif pemerintah Damaskus terhadap protes oposisi. Suriah mengecam tindakan itu sebagai ilegal dan melanggar piagam organisasi.
Laporan lain dari Suriah menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara Suriah berhasil menghancurkan sebagian besar rudal yang ditembakkan oleh pesawat tempur Israel ke Damaskus. "Target agresi Israel terbatas pada serangan di salah satu gudang di bandara Damaskus," tulis kantor berita resmi Suriah (SANA) mengutip sumber militer yang tidak disebutkan namanya.
Sumber itu menambahkan agresi terjadi pukul 23:15 waktu Suriah pada Jumat malam. Pertahanan udara Suriah segera memberikan respon setelah beberapa jet tempur Israel datang dari arah Galilea dan menembakkan beberapa rudal di sekitar Damaskus.
Rezim Zionis secara rutin melancarkan serangan udara di wilayah Suriah. Gerakan agresif ini dipandang sebagai upaya untuk mendukung kelompok-kelompok teroris yang menderita kekalahan di tangan pasukan pemerintah Suriah.
Israel sangat berhati-hati dalam melakukan serangan setelah Rusia mempersenjatai Suriah dengan sistem pertahanan udara S-300 pada Oktober lalu. Namun, belum diketahui apakah S-300 termasuk dalam sistem yang dipakai untuk menjatuhkan rudal-rudal Israel.
Netanyahu dan MBS akan Segera Bertemu di Kairo
Sumber-sumber diplomatik di Mesir mengungkapkan bahwa delegasi dari negara-negara Arab, Amerika Serikat dan Israel mengadakan pertemuan intensif di Kairo untuk mempersiapkan KTT antara Perdana Menteri rezim Zionis, Benjamin Netanyahu dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS).
Sumber tersebut berkata kepada Khalij Online pada hari Sabtu (12/1/2019) bahwa setidaknya tiga pertemuan telah diadakan selama 25 hari terakhir di Kairo antara pejabat Mesir, Saudi, AS dan Israel untuk menyusun rincian pertemuan antara Netanyahu dan MBS.
Menurut sumber itu, inisiatif untuk mengadakan pertemuan antara MBS dan Netanyahu didorong oleh antusiasme besar Arab Saudi untuk pertemuan diplomatik semacam itu. "Ada kecenderungan dari para pejabat Riyadh untuk membuka pintu bagi hubungan politik dan hubungan masyarakat dengan rezim pendudukan ke level tertinggi," kata sumber itu kepada Khalij Online.
Saudi berusaha untuk menjadi model bagi hubungan Arab-Israel sehingga negara-negara Arab lainnya dapat mengikuti langkah itu dan menjalin hubungan dengan rezim Tel Aviv.
Sumber tersebut mengatakan ada kesepakatan bersama antara Saudi, Mesir dan AS bahwa harus ada terobosan diplomatik besar pada 2019 mengenai status hubungan Israel-Arab. KTT antara Netanyahu dan MBS juga bisa melibatkan Presiden AS Donald Trump.
Kelaparan Ancam Keselamatan 24 Juta Warga Yaman
Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Mark Lowcock mengatakan kelaparan mengancam keselamatan 24 juta orang Yaman. Dalam rapat dengan Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu (9/1/2019), Lowcock menuturkan situasi di Yaman adalah sebuah tragedi dan negara itu menghadapi krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
"Lebih dari 24 juta orang Yaman sekarang membutuhkan bantuan kemanusiaan atau 80 persen dari populasi negara itu. Ratusan ribu orang sakit tahun lalu karena sanitasi yang buruk dan penyakit yang ditularkan melalui air, termasuk kolera. Kebutuhan telah meningkat di semua sektor. Jutaan orang Yaman menjadi lebih lapar dan sangat rentan sakit dibandingkan tahun lalu," ungkap Lowcock selama pertemuan itu.
Dia mengatakan penutupan bandara internasional Sana'a telah membuat ribuan orang Yaman tidak bisa berobat dan penyaluran bantuan obat-obatan juga terhenti.
Sementara itu, Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths dalam pertemuan tersebut menyesalkan penutupan bandara Sana'a dan mengatakan, kelaparan dan penyakit telah mengancam kehidupan orang-orang Yaman.
Koalisi pimpinan Arab Saudi telah menutup zona udara Yaman sejak awal agresi, yang menyebabkan lumpuhnya kegiatan di bandara Sana'a. (RM)