UEA Minta Bantuan Israel untuk Tangkal Serangan Yaman
-
Ilustrasi drone Samad milik Yaman.
Media Amerika, Axios menyatakan Uni Emirat Arab (UEA) telah menyampaikan kebutuhannya di bidang pertahanan rudal dan teknologi kontra-drone kepada Israel.
Axios melaporkan pada hari Rabu (2/2/2022) bahwa sebuah delegasi dari kementerian perang rezim Zionis berkunjung ke Abu Dhabi untuk membahas kemungkinan bantuan pertahanan dan intelijen menyusul serangan Yaman baru-baru ini.
Serangan rudal dan drone yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh pasukan Yaman telah mengguncang UEA dan membuatnya mencari cara untuk meningkatkan pertahanannya dari serangan di masa depan.
Di Abu Dhabi, pejabat rezim Zionis bertemu dengan pejabat militer UEA, yang mengatakan negara Arab di Teluk Persia ini membutuhkan bantuan pertahanan rudal dan teknologi kontra-drone.
Rezim Zionis dilaporkan akan segera membahas permintaan bantuan oleh UEA.
Menurut media-media Israel, rezim Tel Aviv merasa takut bahwa serangan rudal dan drone Yaman ke UEA merupakan sebuah latihan untuk menyerang Israel.
Pada 31 Januari lalu, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigadir Jenderal Yahya Saree mengatakan, Operasi Badai Yaman 3 melibatkan rudal balistik Zolfaghar dan drone Samad-3 untuk menargetkan kota Abu Dhabi dan Dubai.
"Negara "kecil" UEA – sebagai kaki tangan rezim Zionis – akan menyaksikan ketidakamanan di Abu Dhabi dan Dubai selama terus melakukan agresi terhadap rakyat Yaman," tegasnya.
Angkatan Bersenjata Yaman sebelumnya telah meluncurkan serangan rudal dan drone ke Abu Dhabi dan Dubai dalam Operasi Badai Yaman 1 dan Operasi Badai Yaman 2. (RM)