Hamas: Rezim Zionis Langgar Hukum dan Nilai Kemanusiaan
-
Juru bicara Hamas Hazem Qassem.
Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyebut serangan aparat keamanan rezim Zionis Israel terhadap warga Palestina di kota al-Quds sebagai kejahatan dan tindakan terorisme.
Pasukan keamanan Zionis menyerang warga Palestina yang berkumpul di halaman Bab al-Amoud di al-Quds untuk merayakan Isra' Mi'raj pada Senin (28/2/2022) siang. Akibatnya, sedikitnya 31 warga Palestina terluka.
Menurut surat kabar Rai al-Youm, juru bicara Hamas Hazem Qassem menanggapi serangan aparat keamanan Zionis terhadap warga Palestina yang merayakan Isra' Mi'raj di al-Quds.
"Perilaku agresif ini adalah bermain-main dengan api dan ledakan yang sebenarnya," kata Hazem Qassem.
Dia menekankan bahwa rezim Zionis telah melanggar semua hukum dan nilai-nilai kemanusiaan dalam pertempuran Pedang al-Quds dengan menyerang jemaah Palestina yang sedang melakukan ritual keagamaan.
Hal ini, lanjut Hazem Qassem, berarti bahwa rezim pendudukan telah melanggar semua hukum dan nilai kemanusiaan dan sekali mengabaikan perasaan semua masyarakat Arab dan Muslim.
"Agresi ini tidak akan pernah mematahkan keinginan dan tekad rakyat Palestina di al-Quds, dan mereka akan terus mempertahankan identitas kota al-Quds dengan apa pun yang mereka miliki," tegasnya.
Hampir setiap hari, pasukan keamanan rezim Zionis menyerang dan melakukan kekerasan terhadap warga Palestina untuk mencapai tujuan ekspansionisnya.
Sebagian korban gugur syahid atau terluka. Mereka juga menangkap dan memenjarakan warga Palestina.
Kelompok-kelompok Palestina sebelumnya telah menyatakan bahwa rezim Zionis akan membayar harga untuk agresi dan hukuman atas kejahatannya terhadap warga al-Quds dan Tepi Barat. (RA)