Takut Hadapi Serangan Hizbullah, Rezim Zionis Siaga Bahaya
Sumber berbahasa Ibrani melaporkan seruan dan peringatan siaga bahaya yang dikeluarkan rezim Zionis di wilayah utara karena ketakutan akan menghadapi serangan Hizbullah Lebanon.
Al-Mayadeen mengutip sumber-sumber Ibrani hari Minggu (21/8/2022) mengumumkan bahwa seruan ini dilakukan menyusul ketakutan akan apa yang diumumkan sebagai "upaya Hizbullah untuk melakukan operasi permusuhan sebelum penandatanganan demarkasi perbatasan laut dengan Lebanon".
Seruan tentara Zionis terjadi beberapa hari setelah peringatan keras yang disampaikan Sayid Hassan Nasrullah, pemimpin Hizbullah, kepada rezim Zionis.
"Jika tuntutan pemerintah Lebanon terwujud, maka kita akan bergerak menuju perdamaian. tetapi jika Lebanon tidak mendapatkan hak-hak yang diinginkannya, maka kita akan bergerak menuju ketegangan," ujar Sekjen Hizbullah Lebanon.
Sekretaris Jenderal Hizbullah juga meminta pemerintah Lebanon tidak bergantung kepada AS dalam masalah ladang gas dan perbatasan Lebanon, karena utusan Amerika untuk Lebanon tidak melakukan apa-apa selain membuang waktu dan, pada kenyataannya, telah kehilangan kesempatan.
Sementara itu, kantor berita Sputnik mengutip sebuah sumber yang digambarkan sebagai "sumber resmi Lebanon" tanpa menyebut namanya, melaporkan bahwa negara tersebut secara tidak langsung telah mencapai kesepakatan dengan rezim Zionis mengenai demarkasi perbatasan laut.
Perselisihan antara rezim Zionis dan Lebanon telah meningkat mengenai perbatasan laut antara kedua belah pihak. Lebanon menyatakan bahwa sedang bernegosiasi secara tidak langsung dengan rezim Zionis mengenai wilayah antara apa yang disebut garis laut ke-23 dan ke-29, dan tidak akan mengkompromikan hak-haknya dalam kasus ini.(PH)