Antisipasi Ancaman Hizbullah, Rezim Zionis Gelar Latihan Perang
Di bawah bayang-bayang ketakutan terhadap peringatan terbaru dari Hizbullah Lebanon, militer rezim Zionis mengumumkan digelarnya latihan perang dari Teluk Haifa hingga daerah perbatasan dengan Lebanon.
Manuver militer rezim Zionis ini terjadi setelah Hizbullah Lebanon mengeluarkan peringatan keras kepada Israel dan menekankan pembelaan hak atas kekayaan dan sumber daya laut Lebanon dalam menghadapi setiap gangguan yang dilancarkan rezim Zionis.
Russia Today hari Senin (12/9/2022) melaporkan, Juru Bicara tentara rezim Zionis mengumumkan bahwa pasukan Israel akan mengadakan latihan perang di Teluk Haifa mulai Selasa pagi ini, dan latihan ini mencakup gerakan aktif pasukan keamanan dan unit angkatan laut, serta sirene sistem peringatan akan berbunyi.
Juru bicara militer rezim Zionis menekankan bahwa latihan satu hari ini akan dimulai di daerah perbatasan dengan Lebanon, dan perencanaannya dalam kerangka program pelatihan tentara Israel untuk tahun 2022.
Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah di Lebanon menekankan bahwa posisi Hizbullah mengenai hak maritim, minyak dan gas di perairan teritorial Lebanon tidak akan berubah, dan Hizbullah bersikeras untuk mencapai hak-hak ini secara penuh.
Untuk menentukan perbatasan laut antara Lebanon dan rezim Zionis, lima putaran negosiasi tidak langsung diadakan di markas Pasukan Penjaga Perdamaian Internasional (UNIFIL) di wilayah Ras al-Naqoura di Lebanon selatan, tetapi negosiasi ini ditangguhkan karena perbedaan antara para pihak dan kemudian dilanjutkan lagi.
Bagian timur Laut Mediterania memiliki sumber daya gas yang relatif besar. Menyusul laporan tersebut, rezim agresor Israel telah memulai upaya eksplorasi di wilayah ini sejak dua tahun lalu, yang melanggar kedaulatan Lebanon.(PH)