Saudi Kembali Ikut Campur, Ini Reaksi Kemenlu Irak
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Irak mengecam intervensi terus menerus yang dilakukan Arab Saudi terhadap urusan dalam negeri Irak.
Stasiun televisi Al Manar (30/6) melaporkan, Ahmad Jamal, Jubir Kemenlu Irak, Kamis (30/6) mereaksi statemen interventif Menlu Saudi terkait pasukan sukarelawan rakyat Irak.
Ahmad Jamal mengatakan, statemen-statemen semacam ini tidak akan pernah mengalihkan perhatian pasukan sukarelawan rakyat Irak dari operasi pembebasan wilayah-wilayah yang diduduki kelompok teroris Daesh.
Ia menambahkan, Saudi jangan menjadikan masalah internal Irak sebagai alasan untuk menyelesaikan konflik dengan beberapa negara regional lain dan menutupi krisis dalam negerinya.
Jubir Kemenlu Irak menegaskan, pasukan sukarelawan rakyat adalah organisasi resmi yang dibentuk dari relawan rakyat mewakili berbagai lapisan masyarakat Irak dan merupakan bagian dari sistem pertahanan nasional yang berada di bawah perintah langsung Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Irak.
Menurut Ahmad Jamal, pertempuran yang dilakukan pasukan sukarelawan rakyat Irak dan kalangan masyarakat lain melawan terorisme akan terus berlanjut, dan dengan tekad baja para pejuang Irak, kemenangan di Fallujah dan wilayah-wilayah lain akan diperkuat.
Adel Al Jubeir, Menlu Saudi, Rabu (29/6) kembali menyampaikan statemen interventifnya tentang Irak. Ia meminta agar pasukan sukarelawan rakyat dihapus karena menurut klaimnya, pasukan itu justru menyulut ketegangan sektarian. (HS)