Gadis Cilik Palestina Ini Belum Sadar jika Dia Kehilangan Penglihatan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i156290-gadis_cilik_palestina_ini_belum_sadar_jika_dia_kehilangan_penglihatan
Anak-anak Palestina dan perempuan Palestina menjadi korban utama serangan keji militer rezim Zionis Israel sejak serangan udara besar-besaran rezim ilegal ini ke Jalur Gaza pada hari Sabtu, 7 Oktober 2023.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 30, 2023 19:00 Asia/Jakarta

Anak-anak Palestina dan perempuan Palestina menjadi korban utama serangan keji militer rezim Zionis Israel sejak serangan udara besar-besaran rezim ilegal ini ke Jalur Gaza pada hari Sabtu, 7 Oktober 2023.

Seorang gadis kecil Palestina harus kehilangan penglihatannya akibat serangan udara Israel ke Gaza.

Seorang gadis cilik lainya diselamatkandari reruntuhan rumahnya yang dibom jet tempur rezim Zionis di Rafah, Gaza selatan pada hari Senin (30/10/2023).

Seorang gadis kecil juga terluka parah dan dirawat di rumah sakit al-Shifa setelah menjadi korban serangan udara Israel.

Keluarga-keluarga Palestina terus hidup dalam kondisi sulit di di tenda-tenda darurat yang didirikan di lahan dan jalanan yang kosong setelah rumah mereka di Khan Yunis dan beberapa daerah lainnya hancur oleh serangan udara Israel.

Sebagian dari mereka harus tinggal di mobil mereka sendiri, dan tidur seadanya. Mereka sangat membutuhkan bantuan kemanusian segera.  

Jumlah korban jiwa dalam serangan udara Israel di Gaza hingga pada hari Minggu (29/10/2023) dilaporkan telah mencapai 8.005 orang.

Sementara jumlah terluka dalam serangan brutal rezim Zionis tersebut telah mencapai 20.242 orang.

Menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina pada tanggal 27 Oktober 2023, 3.038 syuhada dari total korban jiwa adalah anak-anak, 1.726 adalah perempuan, dan 414 adalah lansia.

Di Tepi Barat, 115 orang dilaporkan telah gugur dan 2.150 lainnya terluka sejak pertempuran Badai al-Aqsa meletus.

OCHA (United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs) mengumumkan bahwa jumlah pengungsi di Gaza telah melampaui 1,4 juta orang.

Sekitar 671.000 pengungsi dilaporkan tinggal di pos-pos penampungan darurat UNRWA, badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang melayani pengungsi Palestina, sedangkan sisanya tersebar di berbagai tempat.

Menurut Juru Bicara Kementerian Kesehatan Palestina Ashraf al-Qudra, 1.700 orang hilang, dan 940 anak-anak masih tertimbun reruntuhan.

Sekitar 104 petugas medis juga gugur dan 25 ambulans hancur dan rusak karena serangan Israel.

Al-Qudra mengatakan, Israel sengaja menyerang 57 institusi kesehatan, dan membuat 12 rumah sakit serta 32 pusat perawatan primer tidak berfungsi.

Menurutnya, sebagian pusat perawatan yang tidak berfungsi juga disebabkan kegagalan dalam mendatangkan bantuan bahan bakar.  (RA)