Ini Plot Israel Zionis Cegah Bahan Bakar Masuki Gaza
Rezim Zionis telah meminta sejumlah negara Eropa untuk mengirim kapal rumah sakit ke Mesir untuk merawat korban luka di Gaza.
Menurut laporan Yedioth Ahronoth, negara pertama yang diminta Tel Aviv untuk mengirim kapal rumah sakit ke Mesir guna merawat korban luka di Gaza adalah Prancis.
Setelah itu, Tel Aviv telah mengajukan masalah senada ke Jerman dan negara-negara lain.
Tujuan dari tindakan ini untuk mengevakuasi rumah sakit yang akan digunakan Hamas di Gaza di masa depan dan mencegah masuknya bahan bakar masuk ke Gaza.
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi sebelumnya mengumumkan bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji akan mengirim kapal rumah sakit untuk merawat korban luka di Jalur Gaza.
Situs Amerika Axios, mengutip seorang pejabat Zionis dan sumber Arab, mengumumkan bahwa rezim Zionis berjanji akan memulangkan warga Palestina yang terluka dan dirawat di Mesir ke Gaza setelah perang.
Menurut sumber tersebut, berdasarkan perjanjian baru pada hari Rabu, sekitar 80 warga Palestina yang terluka dipindahkan dari Jalur Gaza ke rumah sakit Mesir.
Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis hari Jumat mengatakan, setelah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken di wilayah pendudukan, Israel tidak akan menyetujui gencatan senjata sementara. kecuali jika para sandera dibebaskan untuk sementara waktu.
Israel menentang pengiriman bahan bakar dan dukungan finansial ke Jalur Gaza.
Pada hari Sabtu, 7 Oktober 2023, pasukan perlawanan Palestina melancarkan operasi Badai Al-Aqsa dari Gaza terhadap posisi rezim Zionis.
Rezim Zionis berupaya menebus kekalahannya dalam menghadapi operasi Badai Al Aqsa dengan melancarkan serangan masif ke Jalur Gaza yang menewaskan dan melukai banyak warga sipil Palestina.
Dukungan Barat terhadap rezim Zionis merupakan lampu hijau bagi Israel untuk melanjutkan pembunuhan brutal terhadap warga sipil Palestina, terutama anak-anak dan perempuan.(PH)