Sistem Layanan Kesehatan di Gaza di Ambang Kehancuran
Juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina memperingatkan tentang runtuhnya sistem layanan kesehatan di wilayah ini, dan mengatakan bahwa sekitar tujuh ribu orang yang terluka harus dikirim ke luar Jalur Gaza untuk mendapatkan perawatan.
Menurut saluran TV Al-Mayadeen, Ashraf al-Qadara, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Palestina hari Rabu (31/1/2024) menunjukkan bahwa rumah sakit Nasser di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza, berada dalam kondisi yang sangat buruk karena terhadap serangan terus-menerus dari pasukan rezim Zionis.
"Rumah sakit ini kekurangan peralatan medis dan bedah, dan tim medis tidak dapat mengirim kasus-kasus kritis keluar dari rumah sakit," kata Al-Qadara.
Menanggapi penangguhan dukungan keuangan dari beberapa negara, termasuk Amerika Serikat kepada UNRWA, Al-Qadara mengatakan, "Penangguhan dukungan kepada badan ini akan berdampak langsung pada sektor kesehatan di Gaza, terutama karena UNRWA mengawasi 70 persen sektor kesehatan di Jalur Gaza,".
Saluran TV Al Jazeera mengumumkan dalam sebuah laporan bahwa serangan tentara rezim Zionis terhadap markas besar Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina dan rumah sakit Amal yang berafiliasi dengan Bulan Sabit Merah di Khan Yunis masih terus berlanjut.
Menurut pengumuman Bulan Sabit Merah Palestina, tank-tank rezim Zionis menembaki daerah dekat Rumah Sakit Amal dan gedung Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina.
Bulan Sabit Merah Palestina mengumumkan bahwa seorang wanita Palestina gugur, dan 9 lainnya terluka akibat serangan tentara Israel terhadap Rumah Sakit Amal di Khan Yunis.
Dalam pemberitaan saluran TV Al-Jazeera, disebutkan bahwa tiga pemuda Palestina ditembak mati oleh tentara rezim Zionis di daerah Satr sebelah barat Khan Yunis.
Juru bicara organisasi bantuan Jalur Gaza juga mengatakan bahwa tentara rezim Zionis menghancurkan beberapa kompleks perumahan dengan menyerang kota Tal Al-Havi dan wilayah barat Kota Gaza.
Menurut laporan ini, jet-jet tempur rezim Zionis membombardir wilayah timur dan selatan Jabalia di utara Jalur Gaza.
Kantor berita resmi Palestina (Wafa) mengumumkan bahwa 100 jenazah syahid dikuburkan di kuburan massal di Rafah, selatan Jalur Gaza, dan melaporkan bahwa tentara Zionis telah mencuri jenazah tersebut dari rumah sakit dan kuburan.
Menurut pernyataan terbaru Kementerian Kesehatan Palestina, jumlah syuhada Palestina sejak dimulainya invasi baru Israel ke Jalur Gaza telah mencapai 26.751 orang, dan jumlah korban luka mencapai 65.636 orang.(PH)