Bagaimana Sudani dan Partai-Partai Syiah Menang dalam Pemilu Irak?
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i180502-bagaimana_sudani_dan_partai_partai_syiah_menang_dalam_pemilu_irak
Pars Today - Kemenangan telak Mohammed Shia’ Al-Sudani dan partai-partai Syiah dalam pemilu legislatif terbaru membawa harapan terbentuknya Irak yang bersatu, kuat, dan independen yang mampu menghadapi tekanan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Nov 17, 2025 09:34 Asia/Jakarta
  • Pemilu legislatif Irak
    Pemilu legislatif Irak

Pars Today - Kemenangan telak Mohammed Shia’ Al-Sudani dan partai-partai Syiah dalam pemilu legislatif terbaru membawa harapan terbentuknya Irak yang bersatu, kuat, dan independen yang mampu menghadapi tekanan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel.

Menurut laporan Mehr, pemilu parlemen terbaru Irak menunjukkan perubahan politik yang signifikan, di mana koalisi Reconstruction and Development yang dipimpin Mohammed Shia’ Al-Sudani meraih 46 kursi dan menempati posisi teratas. Partai-partai Syiah seperti Koalisi Sadiqoun yang dipimpin Qais al-Khazali, Organisasi Badr di bawah kepemimpinan Hadi Al-Ameri, serta Gerakan Hoquq yang berafiliasi dengan Kataib Hizbullah, juga berhasil memperoleh kursi dalam jumlah besar dan memperkuat posisi mereka.

Secara keseluruhan, kelompok Syiah meraih 197 kursi, sebuah indikator penting atas tingkat kesatuan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam menghadapi tekanan eksternal. Rakyat Irak, melalui partisipasi mereka di TPS, memberikan suara kepada pihak-pihak yang memprioritaskan keamanan, kedaulatan, dan martabat nasional.

Kemenangan ini bukan hanya hasil dari program nyata pemerintahan Sudani, tetapi juga respons tegas rakyat terhadap upaya-upaya pemecah-belah dan intervensi asing. Seruan boikot dari Gerakan Sadr tidak melemahkan Coordination Framework, justru suara-suara yang tidak tersalurkan mengalir ke arah kelompok-kelompok perlawanan dan memperkuat posisi mereka di provinsi-provinsi kunci.

Kemenangan Sudani: Stabilitas, Pembangunan, dan Pemerintahan Kuat

Pemerintahan Mohammed Shia’ Al-Sudani selama masa jabatannya mencatat capaian penting dalam bidang keamanan dan ekonomi, yang menjadi fondasi utama kemenangan tersebut. Penguatan Struktur Popular Mobilization Forces (Hashd Al-Shaabi) dan integrasinya secara resmi ke dalam Angkatan Darat Irak mencegah munculnya kembali ancaman ISIS dan menjaga keamanan perbatasan.

Proyek pembangunan besar di provinsi-provinsi selatan seperti Basra dan Dhi Qar, meliputi pembangunan rumah sakit, sekolah, dan jalan, secara nyata meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Rakyat Irak yang lama hidup dalam ketidakamanan dan kurangnya layanan publik memilih mereka yang mampu menghadirkan stabilitas. Peningkatan produksi dan ekspor minyak, disertai pengelolaan sumber daya yang tepat, menekan inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat. Suara rakyat menegaskan bahwa keamanan dan pembangunan adalah dua prioritas tak dapat ditawar.

Pemerintahan Sudani juga memenangkan kepercayaan publik melalui pemberantasan korupsi. Pengembalian miliaran dolar aset negara yang digelapkan melalui komite-komite khusus serta proses hukum terhadap tokoh-tokoh korup meningkatkan transparansi dan memperkuat integritas pemerintahan.

Naiknya peringkat Irak dalam indeks internasional pemberantasan korupsi semakin menunjukkan kesungguhan pemerintah dalam reformasi. Proyek-proyek besar seperti jalur kereta Basra–Baghdad dan pengembangan pelabuhan berjalan dengan pengawasan ketat tanpa adanya praktik rente dan menciptakan lapangan kerja luas.

Capaian nyata ini menjadi bukti kuat di hadapan opini publik bahwa partai-partai Syiah mampu memerintah secara modern dan bersih, sehingga menumbuhkan kembali harapan pada generasi muda.

Boikot Gerakan Sadr: Faktor yang Justru Menguntungkan Partai Syiah

Boikot pemilu oleh Muqtada Al-Sadr dan gerakannya menjadi salah satu faktor penting dalam kemenangan partai-partai Syiah lainnya. Boikot yang awalnya dimaksudkan untuk melemahkan Coordination Framework justru berubah menjadi kesalahan strategis. Basis tradisional Gerakan Sadr di kawasan mayoritas Syiah seperti Kota Sadr di Baghdad serta provinsi-provinsi selatan, ketika tidak berpartisipasi, membuat suara mereka secara tidak langsung mengalir ke koalisi Sudani.

Hasil pemilu menunjukkan bahwa masyarakat Irak, yang memahami dinamika politik internal, lebih mempercayai kelompok yang menjaga persatuan nasional. Boikot itu bukan hanya gagal menciptakan krisis legitimasi, tetapi justru memperkuat konsolidasi internal partai-partai Syiah.

Dampak “Badai al-Aqsa”: Suntikan Energi Baru bagi Poros Perlawanan

Pada tingkat regional, sikap tegas Irak dalam mendukung poros perlawanan menjadi faktor emosional yang signifikan dalam perolehan suara partai-partai Syiah. Ketegasan melawan agresi rezim Israel terhadap Gaza dan Lebanon serta penegasan pengusiran pasukan Amerika dari Irak hingga akhir 2026 menempatkan negara itu sebagai pilar kuat poros perlawanan. Pemerintahan Sudani, melalui penguatan hubungan strategis dengan Iran dan Yaman, menunjukkan bahwa Baghdad tidak lagi berada di bawah pengaruh Washington.

Rakyat Irak, yang masih mengingat pahitnya pendudukan 2003 dan kekejaman ISIS, memberikan suara kepada mereka yang mempertahankan martabat nasional. Sikap anti-Israel dan anti-Amerika ini terbukti efektif dalam meraih dukungan publik, khususnya di tengah tekanan ekonomi dan politik dari Barat.

Kesimpulan

Kemenangan besar Mohammed Shia’ Al-Sudani dan partai-partai Syiah menandai lahirnya Irak baru yang lebih bersatu, kuat, dan independen, sebuah Irak yang mampu menghadapi tekanan Amerika Serikat dan rezim Israel. Pemilu ini merupakan kekalahan besar bagi proyek-proyek pengaruh Barat di kawasan dan menunjukkan bahwa kehendak rakyat lebih kuat dari konspirasi mana pun.

Irak kini berada di jalur masa depan yang lebih cerah. Sebuah negara yang akan memainkan peran penting dalam Poros Perlawanan dan menjadi model bagi bangsa-bangsa merdeka di kawasan. Pemilu kali ini menjadi titik balik dalam sejarah kontemporer Irak, memperkuat persatuan Syiah dan membuka jalan menuju kemajuan menyeluruh.(sl)