Sejauh Mana "Influencer" Israel Dapat Mengubah Narasi Global?
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i181826-sejauh_mana_influencer_israel_dapat_mengubah_narasi_global
Pars Today - Menyusul rasa muak global yang mendalam terhadap rezim Zionis, kabinet rezim Israel telah mengalokasikan anggaran sekitar $750 juta untuk memperbaiki citranya di dunia.
(last modified 2026-02-05T10:03:47+00:00 )
Des 08, 2025 15:30 Asia/Jakarta
  • Penggunaan influencer Israel untuk mengerek opini
    Penggunaan influencer Israel untuk mengerek opini

Pars Today - Menyusul rasa muak global yang mendalam terhadap rezim Zionis, kabinet rezim Israel telah mengalokasikan anggaran sekitar $750 juta untuk memperbaiki citranya di dunia.

Menurut laporan Pars Today, dua tahun genosida dan kejahatan perang telah membuat opini publik dunia semakin mengenal wajah dan sifat asli rezim Zionis. Berbagai negara di seluruh dunia juga menolak untuk menjalin hubungan dengan rezim ini dan, pada saat yang sama, memberikan suara menentangnya di forum internasional. Banyak pemerintah dan opini publik menganggap Israel sebagai pelanggar hak asasi manusia karena serangannya yang meluas di Gaza dan korban sipil.

Gelombang kritik telah terbentuk di Eropa dan Amerika Serikat terhadap kebijakan Israel, dan beberapa universitas serta organisasi masyarakat sipil bahkan menyerukan boikot budaya dan ilmiah. Dengan demikian, rezim Zionis menghadapi krisis legitimasi global yang parah. Selain itu, citra negatif rezim ini telah mengurangi daya tarik Israel sebagai tujuan wisata dan investasi.

Kabinet Israel, yang menyadari rasa muak global terhadap rezim Zionis dan citranya yang sangat negatif di seluruh dunia, menghabiskan banyak uang untuk membangun kembali citra negatifnya dan menyajikan narasinya sendiri guna memperbaiki situasi.

Dalam hal ini, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar sepakat untuk mengalokasikan 2,35 miliar shekel (sekitar $750 juta) dari anggaran 2026 untuk melaksanakan kampanye iklan dan promosi yang ekstensif di seluruh dunia. Kabinet Israel mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa anggaran yang dialokasikan akan mencakup pengeluaran untuk kampanye media sosial, kerja sama dengan organisasi masyarakat sipil, dan mengundang delegasi pemimpin opini publik, pejabat terpilih, dan tokoh berpengaruh untuk mengunjungi Wilayah Pendudukan.

Sebagian dari anggaran ini akan dihabiskan untuk iklan di Eropa dan Amerika Serikat. Bahkan, kabinet Israel khawatir protes terhadap rezim Zionis akan menyebar ke seluruh benua Eropa. Di Amerika Serikat, penggunaan aktivis media sosial juga menjadi agenda. Para influencer dan aktivis media sosial menyajikan narasi yang mendukung Israel di media sosial dengan imbalan sejumlah besar uang.

Penting untuk dicatat bahwa fokus utama propaganda ini juga ditujukan untuk menampilkan citra Israel sebagai destinasi wisata yang modern dan menarik. Dengan kata lain, para pejabat Zionis percaya bahwa jika pariwisata di Wilayah Pendudukan diperkuat kembali, citra rezim ini juga akan membaik.

Selain propaganda yang ekstensif, upaya mendiskreditkan narasi organisasi internasional terkait krisis Gaza juga menjadi agenda. Bahkan, beberapa propaganda secara langsung berupaya mendiskreditkan laporan organisasi internasional terkait krisis kemanusiaan di Gaza. Oleh karena itu, rencana kabinet Israel, meskipun mempertimbangkan citra positif rezim ini, juga berupaya mempertanyakan dan mendiskreditkan krisis kemanusiaan di Gaza.

Pada akhirnya, pendekatan ini menunjukkan bahwa Tel Aviv berusaha mengubah persepsi publik melalui propaganda dan hubungan masyarakat, alih-alih mereformasi perilaku politik dan militer. Namun, bahkan di Wilayah Pendudukan, terdapat persepsi bahwa inisiatif semacam itu tidak akan banyak membantu membangun kembali citra Israel yang sudah sangat negatif, karena rezim Zionis menghadapi tingkat keengganan global yang belum pernah terjadi sebelumnya.(sl)