Panggilan Wajib Militer bagi Anggota Cadangan Paksa Kosong Universitas Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i182758-panggilan_wajib_militer_bagi_anggota_cadangan_paksa_kosong_universitas_israel
Pars Today - Media Zionis melaporkan bahwa panggilan luas bagi anggota cadangan untuk wajib militer telah menyebabkan penutupan beberapa perguruan tinggi di Israel.
(last modified 2025-12-22T08:40:01+00:00 )
Des 22, 2025 15:37 Asia/Jakarta
  • Wajib militer
    Wajib militer

Pars Today - Media Zionis melaporkan bahwa panggilan luas bagi anggota cadangan untuk wajib militer telah menyebabkan penutupan beberapa perguruan tinggi di Israel.

Media Zionis Walla mengumumkan, "Karena panggilan sejumlah besar mahasiswa untuk wajib militer, beberapa perguruan tinggi tidak lagi memiliki mahasiswa untuk belajar dan terpaksa tutup. Sebuah masalah yang sedang dicari solusinya oleh sektor akademik Israel.

Sektor pendidikan tinggi rezim Zionis menghadapi krisis serius dan ruang kelas berulang kali tetap kosong.

Seorang anggota berpangkat tinggi dari Dewan Pendidikan Tinggi Israel mengatakan, "Mengingat kehadiran lebih dari 60.000 mahasiswa, dengan setiap panggilan anggota cadangan untuk wajib militer, kami terpaksa menghapus satu semester sepenuhnya."

Media berbahasa Ibrani menambahkan, Sistem pendidikan Israel berada dalam situasi perang di dua front. Di satu sisi, melanjutkan proses pengajaran dan, di sisi lain, berkoordinasi dengan program-program mahasiswa yang telah dipanggil untuk dinas cadangan.

Yair Harel, Kepala Departemen Pengawasan dan Perizinan di Dewan Pendidikan Tinggi Israel selama dua tahun perang menekankan bahwa sektor akademik menghadapi krisis serius.

Menurut laporan yang terdokumentasi, sekitar 60.000 mahasiswa dipanggil untuk dinas cadangan militer, dan selama dua tahun perang, rata-rata sepertiga mahasiswa Israel berada di garis depan.

Pejabat pendidikan tinggi itu mengakui bahwa universitas yang kosong telah menjadi pemandangan umum, dengan 80 persen mahasiswa sering absen dari kelas.

Menurut laporan ini, survei oleh Kantor Audit Israel menemukan bahwa 41 persen mahasiswa cadangan tidak puas dengan dukungan yang diberikan oleh lembaga selama ketidakhadiran mereka, dan 45 persen mengatakan bahwa solusi yang diberikan kepada mereka untuk melanjutkan studi tidak memadai.

Mengacu pada krisis pendidikan yang disebabkan oleh perang Israel di Gaza, Harel mengatakan, “Setiap kali pertempuran meningkat, ruang kelas tiba-tiba kosong lagi, dan seluruh semester dapat berantakan.”(sl)