Institut Zionis: Pekerja Teknologi Israel Ingin Pindah ke Luar Negeri
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i183188-institut_zionis_pekerja_teknologi_israel_ingin_pindah_ke_luar_negeri
Pars Today - Menurut data dari sebuah institut Zionis, permintaan relokasi ke luar negeri oleh warga Zionis yang bekerja di perusahaan multinasional yang beroperasi di Wilayah Pendudukan, terutama di sektor teknologi, meningkat pada tahun 2025 sebagai respons terhadap perang Israel selama dua tahun di Gaza.
(last modified 2025-12-29T09:24:58+00:00 )
Des 29, 2025 15:30 Asia/Jakarta
  • Institut Zionis: Pekerja Teknologi Israel Ingin Pindah ke Luar Negeri

Pars Today - Menurut data dari sebuah institut Zionis, permintaan relokasi ke luar negeri oleh warga Zionis yang bekerja di perusahaan multinasional yang beroperasi di Wilayah Pendudukan, terutama di sektor teknologi, meningkat pada tahun 2025 sebagai respons terhadap perang Israel selama dua tahun di Gaza.

Asosiasi Industri Teknologi canggih Israel (IATI) mengumumkan bahwa 53 persen perusahaan yang berlokasi di Wilayah Pendudukan melaporkan peningkatan jumlah permintaan relokasi dari karyawan Israel mereka.

lembaga Zionis ini memperingatkan bahwa ini adalah tren yang, jika berlanjut, dapat merusak mesin inovasi domestik dan aliran teknologi Israel.

Reuters juga baru-baru ini melaporkan dalam sebuah laporan bahwa sektor teknologi menyumbang sekitar 20 persen dari produk domestik bruto Israel, 15 persen dari lapangan kerja, dan lebih dari setengah ekspornya.

Ratusan perusahaan multinasional beroperasi di Wilayah Pendudukan, termasuk Microsoft, Intel, Nvidia, Amazon, Meta, dan Apple.

Asosiasi Industri Teknologi Canggih Israel (IATI) juga menyatakan dalam laporan tahunannya bahwa beberapa perusahaan multinasional sedang mempertimbangkan untuk memindahkan investasi dan operasi mereka ke wilayah lain.

Laporan yang dipresentasikan pada pertemuan yang dipimpin oleh Karin Mayer Rubinstein, CEO dan presiden IATI menyatakan, “Dalam beberapa kasus, perusahaan yang menghadapi gangguan rantai pasokan selama perang menemukan alternatif di luar wilayah Palestina yang diduduki, dan jika opsi ini efektif, ada risiko bahwa operasi tidak akan sepenuhnya kembali ke wilayah yang diduduki.”

Laporan ini juga menyebutkan peningkatan permintaan relokasi di kalangan eksekutif senior dan keluarga mereka, dan menambahkan bahwa lebih banyak karyawan telah melamar posisi pekerjaan di luar wilayah yang diduduki.(sl)