Pemberontak Suriah Ingin Pengiriman Bantuan tidak Diawasi
Pemberontak bersenjata Suriah menolak keterlibatan Rusia untuk memantau operasi penyaluran bantuan kemanusiaan di kota Aleppo, utara Suriah.
Seperti dilansir Reuters, dewan lokal untuk daerah-daerah yang dikuasai pemberontak di Aleppo pada Selasa (13/9/2016), menolak setiap penempatan personel Rusia di sepanjang jalan yang akan dipakai untuk pengiriman bantuan kemanusiaan ke kota itu.
Mereka mengatakan bahwa pihak yang harus mengawasi kegiatan penyaluran bantuan kemanusiaan adalah dewan lokal, bukan pemerintah Suriah.
Brita Hagi Hassan, presiden dewan lokal di Aleppo mengatakan kepada Reuters bahwa ia telah menerima proposal pengiriman bantuan, tetapi di sana tidak dijelaskan tentang rincian kegiatan tersebut.
"Kehadiran pihak Rusia di Jalan Castello tidak dapat diterima karena kurangnya netralitas," kata Hassan.
Jalan Castello yang dikuasai pemerintah Suriah diharapkan akan digunakan untuk pengiriman bantuan.
Kantor berita Interfax, Rusia pada hari Selasa melaporkan bahwa sebuah pos pemantauan milik Rusia sudah dibangun di Jalan Castello.
Wakil Kepala Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah, Sergei Kapitsyn mengatakan bahwa Jalan Castello saat ini dikuasai oleh pemerintah, tetapi ia akan menjadi zona demiliterisasi untuk pengiriman bantuan. (RM)