Sesali Kematian Peres, Pejabat-pejabat Arab Dikritik Palestina
Penyesalan sejumlah pejabat Arab atas kematian mantan Presiden rezim Zionis Israel menuai kritikan dari para tokoh Palestina.
Beberapa tokoh Palestina dalam wawancara dengan IRNA mengatakan, penyesalan sejumlah pejabat Arab atas kematian Shimon Peres dan kehadiran mereka di prosesi penguburan orang yang tangannya telah berlumuran darah ribuan warga Palestina ini tidak akan pernah bisa menghapus kasus kelam Peres dalam pembantaian rakyat Palestina.
Daud Shahab, salah satu pejabat Gerakan Jihad Islam Palestina mengatakan, Peres sebagai simbol terorisme Zionis adalah pelaku utama pengusiran ribuan warga Palestina yang tak berdosa dari kota dan tanah air mereka.
Sami Abu Zuhri, juru bicara Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) menilai kematian Peres –orang terakhir dari pendiri rezim palsu Zionis– sebagai akhir sebuah tahap dari sejarah rezim perampas Israel dan dimulainya tahap baru dari sejarah ini.
Ala Abu Amer, cendekiawan Palestina mengatakan, penjahat ini (Peres) dalam statemennya tentang penarikan Israel dari perbatasan tahun 1967 mengatakan bahwa Israel tidak akan mengizinkan pendirian Negara Palestina meski hanya untuk enam bulan.
Shimon Peres, 93 tahun, yang juga mantan Perdana Menteri Israel, meninggal dunia pada Rabu pagi pukul 03:40 waktu setempat.
Menurut rencana, penjahat perang tersebut akan dikuburkan pada hari Jumat (30/9/2016) dan sejumlah pejabat Arab termasuk Mahmoud Abbas, Pemimpin Otorita Ramallah dan delegasi-delegasi negara Pesisir Teluk Persia termasuk Bahrain, akan menghadir prosesi tersebut. (RA)