Isu Serangan ke Mekah Alihkan Perhatian Dunia dari Kejahatan Saudi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i24775-isu_serangan_ke_mekah_alihkan_perhatian_dunia_dari_kejahatan_saudi
Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman membantah serangan rudal negara itu ke kota suci Mekah. Menurutnya, kebohongan Arab Saudi itu dilakukan untuk mengalihkan perhatian dunia atas kejahatan-kejahatan yang dilakuan Saudi di Yaman.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Nov 02, 2016 19:00 Asia/Jakarta
  • Isu Serangan ke Mekah Alihkan Perhatian Dunia dari Kejahatan Saudi

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman membantah serangan rudal negara itu ke kota suci Mekah. Menurutnya, kebohongan Arab Saudi itu dilakukan untuk mengalihkan perhatian dunia atas kejahatan-kejahatan yang dilakuan Saudi di Yaman.

Sharaf Ghalib Luqman, Jubir Angkatan Bersenjata Yaman, Rabu (2/11) dalam wawancara dengan kantor berita resmi negara itu, mengecam tuduhan Saudi terhadap militer dan pasukan rakyat Yaman terkait serangan ke kota suci Mekah dan menyebutnya sebagai sebuah kebohongan yang tidak dapat diterima dan diketahui oleh masyarakat internasional.

Jubir Angkatan Bersenjata Yaman menegaskan, sebagaimana sebelumnya sudah diumumkan dan terbukti bagi semua, serangan rudal militer Yaman menargetkan pangkalan udara di Jeddah.

Luqman menilai disampaikannya masalah ini oleh Ismail Ould Cheikh Ahmed, Utusan khusus PBB di Yaman, kepada Dewan Keamanan, sebagai upaya menutupi kejahatan rezim Al Saud dan mencari alasan serta justifikasi bagi para penguasa Saudi atas kejahatan-kejahatan yang dilakukannya.

Jubir Angkatan Bersenjata Yaman menambahkan, Yaman sangat berkomitmen terhadap peradaban bersejarah Islam dengan menghormati kesucian-kesucian agama ini. Seluruh umat Islam mengetahui bahwa rezim Al Saud untuk meraih ambisinya bahkan menginjak-injak kesucian Islam dan ini adalah kenyataan yang tidak bisa ditutupi dengan kebohongan.

Luqman juga menekankan berlanjutnya perlawanan pasukan Yaman, dalam menghadapi koalisi Saudi-Amerika Serikat.

Yaman sejak 19 bulan lalu hingga kini menjadi sasaran serangan darat, udara dan laut militer Saudi. Serangan-serangan itu menewaskan dan melukai puluhan ribu orang. (HS)