Teroris: Kami Tidak Akan Meninggalkan Aleppo
-
Militer Suriah
Komandan teroris Takfiri di kota Aleppo, Suriah, bersumpah tidak akan meninggalkan kota tersebut setelah Rusia mengumumkan kesiapan untuk melakukan perundingan dengan AS soal penarikan teroris.
"Saya menanyakan semua faksi, mereka mengatakan 'kami tidak akan menyerah," kata Zakaria Malahifji, pejabat politik dari kelompok Fastaqim yang didukung Turki di Aleppo pada Sabtu (3/12).
"Para komandan di Aleppo mengatakan 'kami tidak akan meninggalkan kota. Tidak ada masalah dengan pintu-pintu bagi warga sipil untuk pergi, tapi kami tidak akan meninggalkan kota," tambahnya.
Sebelumnya pada hari itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Moskow siap memasuki perundingan dengan Washington soal penarikan militan dari Aleppo.
Aleppo, kota terbesar kedua Suriah, yang terpecah antara pasukan pemerintah di barat dan teroris yang didukung asing di timur, serta membuatnya menjadi medan pertempuran garis depan.
"Moskow siap segera mengirim ahli militer dan diplomat ke Jenewa untuk melakukan upaya bersama dengan rekan-rekan kami dari AS sejalan dengan usulan [baru] Amerika, yang akan menjamin penarikan semua militan tanpa pengecualian dari Aleppo timur, dan akan memberikan bantuan kemanusiaan untuk warga kota dan memastikan pengembalian kehidupan normal di Aleppo timur, "katanya.
Lavrov mencatat bahwa Rusia telah membuat keputusan itu setelah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, di Roma.(MZ)