Sekjen Hizbullah Sampaikan Pidato tentang Transformasi di Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i27859-sekjen_hizbullah_sampaikan_pidato_tentang_transformasi_di_kawasan
Sekretaris Jenderal Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) menilai hubungan Hizbullah dengan Michel Aoun, Presiden baru Lebanon sebagai luar biasa dan didasarkan pada saling menghormati dan kepercayaan mendalam.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 10, 2016 00:59 Asia/Jakarta
  • Sekjen Hizbullah Sampaikan Pidato tentang Transformasi di Kawasan

Sekretaris Jenderal Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) menilai hubungan Hizbullah dengan Michel Aoun, Presiden baru Lebanon sebagai luar biasa dan didasarkan pada saling menghormati dan kepercayaan mendalam.

Sayid Hassan Nasrullah mengungkapkan hal itu dalam pidatonya pada Jumat (9/12/2016) tentang transformasi terbaru di Lebanon, seperti dilansir Alalam.

 

Ia menyinggung upaya sejumlah pihak untuk menyulut konflik antara Hizbullah dan Presiden baru Lebanon.

 

Sayid Nasrullah mengatakan, hubungan Hizbullah dan Michel Aoun adalah sebuah hubungan yang dekat dan mereka yang berusaha menyulut fitnah dan hasutan di Lebanon akan tenggelam dalam fitnah.

 

Sekjen Hizbullah juga membantah klaim adanya sejumlah kelompok tertentu yang menghalangi pembentukan pemerintah baru Lebanon, di mana Saad Hariri sebagai Perdana Menterinya.

 

Menurut Sayid Nasrullah, banyak persoalan terkait pembentukan pemerintah telah terpecahkan dan banyak menteri yang telah ditunjuk serta hanya satu atau dua kementerian yang belum diputuskan.

 

"Dengan terpilihnya Michel Aoun sebagai Presiden baru Lebanon, tercipta peluang baru di negara ini untuk berada dalam  kondisi yang terbaik, "ujarnya.

 

Sekjen Hizbullah lebih lanjut menuturkan, kawasan telah memasuki tahap baru dan banyak konspirasi yang sedang runtuh, oleh karena itu kelompok-kelompok politik Lebanon harus bekerjasama untuk membangun negara ini.

 

Sayid Nasrullah juga mengucapkan selamat atas tibanya hari-hari kelahiran Nabi Muhammad Saw dan Isa as.

 

Ia mengatakan, umat Islam dan Kristen di kawasan –di tingkat peradaban dan eksistensialnya– sedang menghadapi tantangan dan ancaman, di mana ancaman ini menarget kesucian Islam dan Kristen di Palestina, Irak, Suriah, Nigeria dan wilayah lainnya seperti pelarangan adzan di Palestina oleh rezim Zionis Israel. (RA)