Amnesty Internasional Peringatkan Pelanggaran HAM di Bahrain
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i31402-amnesty_internasional_peringatkan_pelanggaran_ham_di_bahrain
Amnesty Internasional memperingatkan bahwa Bahrain di ambang krisis Hak Asasi Manusia dan hukuman mati terhadap dua aktivis negara ini harus segera diubah.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 20, 2017 11:41 Asia/Jakarta
  • Amnesty Internasional Peringatkan Pelanggaran HAM di Bahrain

Amnesty Internasional memperingatkan bahwa Bahrain di ambang krisis Hak Asasi Manusia dan hukuman mati terhadap dua aktivis negara ini harus segera diubah.

Pengadilan Bahrain pada 29 Desember 2014 menjatuhkan hukuman mati terhadap Mohammad Ramadhan dan Husein Ali Moosa atas tuduhan palsu.

 

Amnesty Internasional dalam sebuah pernyataan menyebutkan, dua warga Bahrain tersebut tidak didampingi pengacara selama interogasi. Demikian dilansir Alalam, Jumat (20/1/2017).

 

Ditambahkan bahwa Mohammad Ramadhan dipenjara tanpa bisa kontak dengan dunia luar. Ia juga dianiaya, dipukul dan disetrum oleh para interogator Divisi Investigasi Kriminal.

 

Amnesty Internasional menjelaskan, pengakuan Husein Ali Moosa dalam proses interogasi juga diambil setelah tangan dan kakinya diikat dan digantung serta dianiaya selama beberapa hari.

 

Sebelumnya, Amnesty Internasional telah memprotes keras eksekusi mati terhadap tiga aktivis revolusioner Bahrain.

 

Rezim Al Khalifa pada 15 Januari 2017 mengeksekusi tiga aktivis Bahrain;Abbas al-Samea, Sami Mushaima dan Ali al-Singace, atas tuduhan menyerang petugas polisi di wilayah al-Diah, Manama pada 3 Maret 2014.

 

Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.

 

Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan pasukan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain. (RA)