Keluarga Pengungsi Irak Gunakan Obat untuk Menenangkan Anak Mereka
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i34928-keluarga_pengungsi_irak_gunakan_obat_untuk_menenangkan_anak_mereka
Lembaga-lembaga yang menyalurkan bantuan kepada keluarga pengungsi yang melarikan diri dari pertempuran antara pasukan Irak dan Daesh di barat Mosul menyatakan, para orang tua yang ketakutan memberi obat penenang kepada anak-anak mereka atau menggunakan selotip untuk menutup mulut mereka agar tidak terdeteksi Daesh ketika mencoba melarikan diri dari kota Mosul.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 24, 2017 01:23 Asia/Jakarta
  • pengungsi Irak
    pengungsi Irak

Lembaga-lembaga yang menyalurkan bantuan kepada keluarga pengungsi yang melarikan diri dari pertempuran antara pasukan Irak dan Daesh di barat Mosul menyatakan, para orang tua yang ketakutan memberi obat penenang kepada anak-anak mereka atau menggunakan selotip untuk menutup mulut mereka agar tidak terdeteksi Daesh ketika mencoba melarikan diri dari kota Mosul.

“Keluarga Irak lari [dari Mosul] pada malam hari dan jam-jam awal pagi dan harus berjalan dengan anak-anak mereka. Anak-anak itu kelelahan dan jika mereka menangis itu akan sangat menyulitkan," kata Hala Jaber dari Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

 

Ditambahkannya, “Keluarga kadang menutup mulut anak-anak mereka menggunakan selotip atau bahkan memberi mereka Valium atau obat penenang hanya agar mereka tetap tenang dan tidak kepergok oleh Daesh dan ditangkap atau ditembak.”

 

Jaber mengatakan anak-anak Irak di Mosul telah melihat dan melalui hal-hal yang berada di luar apa yang dapat dilihat oleh manusia normal, “Mereka telah menyaksikan pemotongan tangan, pemenggalan dan pembunuhan. Banyak dari mereka yang shock.”

 

Sementara itu, Amy Christian, juru bicara badan amal internasional yang berbasis di Inggris, Oxfam, di Irak, mengatakan warga sipil tiba di markas penampungan pengungsi “dengan kondisi sangat trauma, lapar, dehidrasi dan kelelahan.”

 

Beberapa di antara mereka memberikan obat penenang kepada anak mereka untuk melindungi mereka dari ancaman teror saat mereka melarikan diri.