Krisis Qatar, Berakhirnya Usia P-GCC
-
Abdullah bin Hamad al-Attiyah, Mantan PM Qatar
Mantan Wakil Perdana Menteri Qatar mengatakan, Doha mendirikan Dewan Kerjasama Teluk Persia (P-GCC) pada tahun 1981, namun tampaknya dewan ini telah mencapai akhir karirnya.
Seperti dilansir IRNA, Abdullah bin Hamad al-Attiyah, mantan Wakil PM Qatar menjelaskan, pemerintah Doha telah mengambil pelajaran sulit dari langkah sejumlah negara Arab yang mengembargo Qatar.
Ia lebih lanjut menekanan independensi negaranya dan tidak percaya kepada anggota P-GCC.
Di bagian lain pernyataannya, al-Attiyah mengungkapkan keyakinannya atas kemampuan pemerintah Qatar dalam menghadapi semua krisis dan dampak blokade terhadap negara ini.
Ia mengatakan, negara-negara yang memblokade Qatar memiliki perilaku yang tidak logis dan pertemuan terbaru di Kairo, ibukota Mesir tentang tindakan terhadap Doha telah gagal sebelum dimulainya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Qatar mengatakan, cadangan finansial Qatar memiliki kemampuan untuk menghadapi sanksi.
Ali Shareef al-Emadi menambahkan, Qatar mampu menghadapi blokade ini karena memiliki cadangan keuangan besar hasil penjualan gas alam dan cadangan mata uang asing, di mana 250 persen berasal dari produk domestik bruto.
Selain itu, lanjut al-Emadi, Qatar juga memiliki cadangan devisa di bank sentral negara ini dan cadangan strategis di Kementerian Keuangan.
"Kondisi ekonomi Qatar lebih baik dan dalam kondisi yang lebih kondusif ketimbang (kondisi ekonomi) Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir," ujarnya seperti dilansir IRNA.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada tanggal 5 Juni 2017 atas tuduhan bahwa pemerintah Doha mendukung kelompok-kelompok teroris.
Pada 23 Juni, empat negara Arab itu mengajukan 13 syarat untuk normalisasi hubungan dengan Qatar, di mana tenggat waktunya habis pada tanggal 2 Juli 2017. Namun dengan mediasi Kuwait, tenggat waktu tersebut diperpanjang hingga 48 jam yaitu sampai Selasa malam, 4 Juli 2017.
Tuntutan terpenting Arab Saudi dan sekutunya adalah pemutusan hubungan Qatar dengan Republik Islam Iran dan Hizbullah Lebanon, penghentian penuh jaringan Aljazeera dan penutupan pangkalan militer Turki di Qatar. (RA)