Yaman Tuntut PBB Tekan Saudi untuk Membuka Bandara Sanaa
-
Bandara Udara Sanaa
Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman dalam sebuah pernyataan, menyinggung tragedi kemanusiaan yang disebabkan penutupan Bandara Internasional Sanaa dan menuntut PBB dan badan-badan hukum untuk menekan Arab Saudi dan sekutunya agar bersedia membuka kembali bandara tersebut.
Seperti dilaporkan ISNA, Senin (18/9/2017), Mazen Ahmed Ghanem, juru bicara resmi Otoritas Umum Penerbangan Sipil dan Meteorologi dan Direktur Jenderal Transportasi Udara Yaman mengatakan, Gerakan Rakyat Yaman Ansarullah dan afiliasinya termasuk Partai Ali Abdullah Saleh, mantan Presiden Yaman menuntut PBB agar segera bertindak untuk menghentikan tindakan ilegal dan tidak manusiawi termasuk mengakhiri penutupan Bandara Udara Sanaa yang telah menyebabkan tragedi kemanusiaan.
Ia menambahkan, data Kementerian Kesehatan Yaman menunjukkan bahwa sejak dimulainya penutupan Bandara Sanaa, hampir 13.395 pasien, di mana rata-ratanya 37 orang perhari, meninggal dunia akibat tidak bisa berobat ke luar dan tidak mendapatkan akses medis.
Agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang memperoleh dukungan dari Amerika Serikat dimulai sejak Maret 2015. Jaringan televisi al-Manar mengutip laporan sumber-sumber di Yaman menyebutkan, invasi militer Arab Saudi ke Yaman hingga sekarang telah merenggut nyawa lebih dari 15.300 warga negara ini.
Invansi militer rezim Al Saud juga telah memporak-porandakan infrastruktur vital Yaman dan blokade pasukan agresor semakin menambah penderitaan rakyat di negara ini. (RA)