Protes Tiga Hari Berakhir, Gereja al-Qiyamah Kembali Dibuka
-
Gereja al-Qiyamah.
Gereja al-Qiyamah dibuka kembali setelah tiga hari ditutup sebagai bentuk protes atas keputusan rezim Zionis Israel yang memberlakukan pajak terhadap gereja-gereja di al-Quds (Jerusalem).
Gereja itu terletak di kota tua, al-Quds, yang diduduki pasukan Israel dan merupakan salah satu situs suci Kristen.
Seperti dilansir Pusat Informasi Palestina, gereja al-Qiyamah dibuka kembali pada hari Rabu (28/2/2018) dini hari.
Para pemimpin gereja di al-Quds dalam sebuah pernyataan bersama, memuji upaya semua individu dan lembaga untuk melindungi keberadaan warga Kristen di al-Quds dan mempertahankan kondisi di kota ini.
Mereka juga menyinggung ancaman terhadap warga Kristen di kota al-Quds yang merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya tiga agama Samawi.
"Dalam perang ini, gereja telah menang dalam menghadapi rezim penjajah, Israel," tegas pernyataan tersebut.
Gereja ini terletak di Kota Tua, Yerusalem Timur, yang diduduki pasukan Israel dan merupakan salah satu situs suci Kristen. Situs ini diyakini oleh umat Kristiani sebagai lokasi penyaliban dan penguburan Yesus. Ini membuat jutaan peziarah Kristen mendatangi lokasi ini.
Sebelumnya, para pemimpin gereja marah atas upaya Israel yang memaksakan penerapan pajak pada properti gereja dengan dalih sebagai properti komersial.

Juru bicara Pemimpin Otoritas Palestina, Nabil Abu Rudeineh dalam sebuah pernyataan, menilai keputusan rezim Zionis untuk menunda pemberlakuan pajak terhadap properti gereja di kota al-Quds sebagai langkah yang tidak cukup. Ia menuntut pembatalan semua langkah terkait dengan tempat-tempat dan situs suci Kristen dan Islam di al-Quds.
Menurut Rudeineh, langkah provokatif Israel telah menyebabkan kelanjutan tensi ketegangan dan instabilitas.
"Menjaga kondisi hukum dan sejarah tempat-tempat suci dan mencegah tindakan yang merugikan tempat-tempat tersebut adalah tuntutan Palestina dan masyarakat internasional," pungkasnya. (RA/PH)