Benarkah Patriot AS di Saudi Mampu Menghadang Rudal Yaman?
-
sistem rudal Patriot
Sebuah majalah Amerika mempertanyakan keberhasilan Arab Saudi menembak jatuh roket yang ditembakkan oleh gerakan populer Ansarullah Yaman dengan menggunakan sistem rudal Patriot AS.
Majalah Foreign Policy dalam sebuah laporan menulis, Arab Saudi membenarkan penembakan tujuh rudal oleh gerakan Ansarullah Yaman ke Riyadh, namun mengaku berhasil mencegat semua rudal tersebut.
Majalah terbitan Amerika ini bersikeras bahwa tidak ada bukti Arab Saudi telah berhasil mencegat bahkan satu pun rudal tersebut.
Oleh karena itu, klaim pejabat Saudi bahwa serpihan rudal yang hancur menewaskan seorang warga di Riyadh itu dinilai tidak benar, dan nyaris tidak ada bukti mengukuhkan bahwa Arab Saudi mampu membidik setiap tembakan rudal dari kelompok Ansarullah selama perang Yaman dimulai.
Foreign Policy menambahkan, pada tahap berikutnya, masalah ini mencuatkan keraguan soal efektivitas sistem rudal Patriot AS.
Kekuatan pertahanan militer dan gerakan rakyat Ansarullah Yaman telah meningkat dari hari ke hari, meskipun blokade total yang diberlakukan rezim Saudi.
Arab Saudi, dengan dukungan Amerika Serikat, telah melakukan agresi militer terhadap Yaman dan mengepung negara itu dari darat, laut, dan udara sejak Maret 2015. Perang di Arab Saudi dan sekutu-sekutunya di Yaman telah membunuh dan melukai puluhan ribu orang serta menelantarkan jutaan warga Yaman.
Rezim Saudi dan Amerika hingga kini gagal mencapai tujuan mereka dalam perang di Yaman. Dan demi menyiasatinya, para pejabat Arab Saudi menebar tuduhan palsu dan tanpa dasar anti-Iran dalam rangka menutupi ketidakmampuan dan kekalahan beruntun mereka menghadapi Yaman.
Dalam satu kasus, Kolonel Turki al-Maliki, jurubicara koalisi militer besutan Arab Saudi, pasca serangan balasan rudal terbaru gerakan relawan Yaman ke Riyadh menuding Iran telah menyelundupkan senjata termasuk rudal ke Yaman dan mengklaim Tehran berada di balik serangan ke Arab Saudi.
Klaim tersebut langsung dijawab oleh Wakil Tetap Iran untuk PBB, Gholamali Khoshrou dengan melayangkan surat kepada PBB yang menjelaskan, Arab Saudi selalu melontarkan tuduhan tidak berdasar terhadap Iran demi menutupi kejahatan mereka di Yaman.
Berdasarkan laporan terbaru dari Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), hampir setengah juta anak-anak Yaman telah meninggalkan sekolah sejak tahun 2015, dan 4,5 juta anak Yaman berisiko tidak dapat belajar, serta lebih dari 2.500 sekolah tidak bisa digunakan. Dengan kata lain, anak-anak adalah korban utama agresi Arab Saudi di Yaman.
Pada awal tahun keempat perang Saudi di Yaman, Kantor Koordinasi Kemanusiaan PBB juga mengumumkan bahwa sekitar 80 persen infrastruktur Yaman hancur dan lebih dari satu juta warga Yaman terkena dampak kolera.(MZ)