Aktivis Bahrain: Al Khalifa Seret Negara ke Jurang Kehancuran
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i58520-aktivis_bahrain_al_khalifa_seret_negara_ke_jurang_kehancuran
Seorang aktivis Hak Asasi Manusia Bahrain mengatakan, pengabaian rezim Al Khalifa atas tuntutan untuk dialog akan menyeret negara ke jurang kehancuran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 12, 2018 10:27 Asia/Jakarta
  • Sheikh Maytham al-Salman
    Sheikh Maytham al-Salman

Seorang aktivis Hak Asasi Manusia Bahrain mengatakan, pengabaian rezim Al Khalifa atas tuntutan untuk dialog akan menyeret negara ke jurang kehancuran.

Seperti dilansir situs Manama Post, Sheikh Maytham al-Salman dalam sebuah pernyataannya, menyinggung inisiatif Komunitas Islam Nasional al-Wefaq Bahrain bernama "deklarasi Bahrain" yang tujuan menyelesaikan krisis di negara ini.

 

"Perencanaan yang memiliki 13 prinsip kemanusiaan dan global ini merupakan peluang untuk mencapai sebuah landasan bersama guna mencapai kesepakatan antara oposisi dan rezim," ujarnya.

 

Dia menambahkan, oposisi tidak mengajukan syarat apapun untuk melakukan dialog dengan rezim Al Khalifa.

 

"Oposisi Bahrain selalu lebih maju dalam menawarkan solusi untuk menyelesaikan krisis dan mencegah negara memasuki lingkaran kekerasan ketimbang rezim Al Khalifa," pungkasnya.

 

"Deklarasi Bahrain" yang ditawarkan oleh Komunitas al-Wefaq menekankan kepada persatuan nasional, perwakilan yang adil masyarakat, dukungan kepada masyarakat, pengembangan dan keragaman, penghormatan kepada identitas agama dan budaya, terutama mazhab dan sosial, serta dukungan kepada identitas Arab-Islam dan afiliasi etnis Bahrain. Inisiatif ini juga menolak tegas terhadap segala bentuk kekerasan dan terorisme.

 

Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.

 

Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan pasukan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain. Banyak aktivis yang ditangkap, dipenjara dan bahkan dicabut kewarganegaraannya. (RA)