Bahrain; Negara Kecil dengan Rekor Tahanan Politik Terbesar di Dunia
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i59523-bahrain_negara_kecil_dengan_rekor_tahanan_politik_terbesar_di_dunia
Jalal Firooz, mantan anggota Parlemen Bahrain dan aktivis hak asasi manusia negara ini mengatakan, saat ini Bahrain memiliki lebih dari lima ribu tahanan politik dan berada pada urutan pertama dari negara-negara di dunia.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 03, 2018 10:51 Asia/Jakarta
  • Tahanan politik Bahrain
    Tahanan politik Bahrain

Jalal Firooz, mantan anggota Parlemen Bahrain dan aktivis hak asasi manusia negara ini mengatakan, saat ini Bahrain memiliki lebih dari lima ribu tahanan politik dan berada pada urutan pertama dari negara-negara di dunia.

Bahrain dengan jumlah populasi yang kecil membuatnya memiliki tahanan politik terbesar di dunia. Rezim Al Khalifa telah mengubah Bahrain menjadi penjara besar dengan melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang luas dan penindasan terhadap tuntutan legal warga. Sementara tahanan politik berada dalam kondisi kritis.

Ebtisam al-Sayegh, pembela hak asasi manusia Bahrain

Ebtisam al-Sayegh, pembela hak asasi manusia Bahrain sekaitan dengan hal ini menyebut sejumlah bukti soal larangan pemindahan para tahanan politik yang sakit ke klinik menulis, ada keteledoran yang disengaja sehubungan dengan status kesehatan tahanan politik yang telah menyebabkan peningkatan jumlah tahanan politik dengan penyakit berbahaya. Jaringan berita al-Vefagh juga menyebut tindakan rezim Al Khalifa sebagai pembunuhan tenang dan perlahan-lahan terhadap tahanan politik dan menyerukan mobilitas untuk menyelamatkan para tahanan ini.

Bahrain sejak Februari 2011 menjadi ajang revolusi rakyat melawan rezim Al Khalifa. Warga Bahrain menginginkan kebebasan, keadilan dan penghapusan diskriminasi serta efisiensi pemerintah terpilih di negara mereka. Situasi hak asasi manusia di Bahrain semakin parah dan situasinya sangat berbahaya pada saat ini.

Rezim Al Khalifa memiliki dokumen hitam tentang hak asasi manusia dan Dewan Hak Asasi Manusia beserta seluruh organisasi internasional di bidang ini telah bersaksi bahwa rezim Bahrain membunuh, memaksa warganya menjadi pengungsi dan mengganggu serta mengubah struktur demografi negara itu dengan memberi warga negara Bahrain kepada warga asing.

Dengan situasi saat ini, tidak ada harapan rezim Bahrain mengubah perilakunya terhadap rakyat negara ini. Karena cara dan metode yang dipakai rezim ini adalah menebar kekacauan, kediktatoran, tirani dan pembunuhan serta menangkap anggota kelompok oposisi. Kelangsungan hidup kediktatoran Bahrain bergantung pada dua elemen; bantuan keuangan dan militer Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dan dukungan politik dan senjata dari Amerika Serikat, Inggris dan negara-negara Eropa lainnya. Jika tidak ada intervensi penjajah Saudi dan UEA dalam mendukung Al Khalifa di Bahrain, rezim ini tidak dapat menghadapi perjuangan rakyat Bahrain.

Secara keseluruhan, kondisi penjara Al Khalifa sangat mengerikan dengan tekanan yang berat terhadap tahanan politik. Penjara Al Khalifa bahkan tidak menjamin kebutuhan dasar mereka seperti makanan, perawatan dan kunjungan keluarga. Penjara Bahrain adalah salah satu penjara tersibuk di dunia dan banyak aktivis politik dan HAM ditangkap dan dipenjarakan oleh rezim Al Khalifa.

Tren penindasan yang sedang tumbuh terhadap rakyat Bahrain dilakukan dengan dukungan Barat dan diamnya komunitas internasional, telah menjadikan Al Khalifa mencatat rekor baru dalam pelanggaraan hak asasi manusia. Melihat berbagai tindakan dan statistik tentang kejahatan Al Khalifa, dapat dilihat bahwa rezim ini tidak peduli dengan segala bentuk kejahatan untuk menekan dan menumpas rakyat Bahrain. Tentu saja ini menunjukkan betapa tiraninya rezim Bahrain.

Demonstrasi di Bahrain

Perkembangan Bahrain menunjukkan bahwa penumpasan paling keras rezim Al Khalifa sedang terjadi terhadap warga Bahrain. Setiap hari penahanan dan penuntutan aktivis Bahrain semakin luas dan mencemaskan. Kebijakan tidak manusiawi rezim Al Khalifa dalam merampas hak-hak rakyat Bahrain telah menyebabkan negara itu diakui sebagai salah satu pelanggar utama hak asasi manusia di dunia.