Moqtada Sadr Minta Pembentukan Kabinet Baru Irak Ditunda
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i60042-moqtada_sadr_minta_pembentukan_kabinet_baru_irak_ditunda
Ketua Gerakan Sadr Irak, salah satu pendukung koalisi Sairoon, mendesak penundaan segala bentuk dialog terkait pembentukan kabinet baru negara itu sampai seluruh tuntutan demonstran dipenuhi pemerintah.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 20, 2018 11:09 Asia/Jakarta
  • Moqtada Sadr
    Moqtada Sadr

Ketua Gerakan Sadr Irak, salah satu pendukung koalisi Sairoon, mendesak penundaan segala bentuk dialog terkait pembentukan kabinet baru negara itu sampai seluruh tuntutan demonstran dipenuhi pemerintah.

IRNA (20/7) melaporkan, setelah demonstrasi warga selatan Irak yang dimulai sejak 10 hari lalu untuk menuntut perbaikan pelayanan publik dari pemerintah berhasil diredam, Ketua Gerakan Sadr Irak, Moqtada Sadr, Kamis (19/7) mendesak pembentukan sebuah tim kerja antara pemerintah dan perwakilan demonstran untuk merealisasikan tuntutan mereka, dan meminta penundaan proses pembentukan kabinet baru Irak.

Moqtada Sadr mengatakan, sehubungan dengan masalah ini, kelompok-kelompok politik pemenang pemilu harus menangguhkan segala bentuk dialog terkait pembentukan kabinet baru Irak dan masalah-masalah terkait, hingga seluruh tuntutan sah demonstran terpenuhi.

demo warga Irak

Sementara itu, Presiden Irak, Fouad Massoum, Rabu (18/7) malam dalam pertemuan dengan kelompok-kelompok politik negara itu menyinggung demonstrai yang baru-baru ini terjadi di selatan Irak dan mengatakan, dengan memperhatikan peristiwa ini, pembentukan kabinet baru harus diselesaikan segera.

Unjuk rasa terbaru warga Irak pertama pecah di Basrah, selatan negara itu untuk memprotes masalah kelangkaan air bersih, listrik dan pengangguran, kemudian meluas ke kota-kota lain di selatan dan tengah negara ini.

Seiring dengan semakin meluasnya demonstrasi warga di kota-kota selatan Irak, Perdana Menteri Irak, Haider Al Abadi mengeluarkan instruksi berisi tujuh poin untuk menangani segera tuntutan dan masalah warga di sejumlah kota itu. (HS)