Motif Teror Imam Jumat di Yaman Selatan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i60168-motif_teror_imam_jumat_di_yaman_selatan
Kelompok bersenjata Ahad (22/7) malam meneror Sheikh Mohammad Ragheb, salah satu imam shalat jamaah masjid di distrik al-Ma'ala Provinsi Aden, selatan Yaman. Sementara itu, Abu Mashal al Kazmi, Deputi Dinas Intelijen Aden Sabtu lalu juga terluka di tangan milisi bersenjata.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 23, 2018 22:50 Asia/Jakarta
  • Bendera Yaman
    Bendera Yaman

Kelompok bersenjata Ahad (22/7) malam meneror Sheikh Mohammad Ragheb, salah satu imam shalat jamaah masjid di distrik al-Ma'ala Provinsi Aden, selatan Yaman. Sementara itu, Abu Mashal al Kazmi, Deputi Dinas Intelijen Aden Sabtu lalu juga terluka di tangan milisi bersenjata.

Selama empat tahun terakhir (sejak 2014 hingga kini), para imam shalat jamaah di berbagai wilayah selatan Yaman menjadi salah satu target utama kelompok bersenjata. Selama kurun waktu tersebut tercatat lebih dari 30 imam Jumat dan khatib masjid di Aden diteror. Pertanyaannya, siapa sebenarnya dalang dari aksi teror ini dan apa tujuannya?

 

Mencermati kondisi Provinsi Aden, sedikit banyak dapat membantu menemukan jawaban dari pertanyaan ini. Aden berada di bawah kontrol Mansur Hadi, Presiden Yaman yang telah mengundurkan diri. Mansur Hadi jelas-jelas berada di bawah kubu Arab Saudi dan menjalankan instruksi Riyadh. Di sisi lain, Uni Emirat Arab (UEA) tidak puas atas kondisi Aden dan langkah-langkah yang diambil negara ini secara praktis bertentangan dengan langkah serta kebijakan Mansur Hadi di provinsi ini.

 

Salah satu langkah penting UEA di Aden adalah membentuk Dewan Transisi Politik Selatan (STC) dan mengangkat Aidaroos al-Zubaidi sebagai ketua dewan ini. Al-Zubaidi adalah anggota Gerakan Perlawanan Selatan yang dicopot dari jabatan gubernur Aden oleh Mansur Hadi awal tahun ini.

Map Aden

 

Pencopotan al-Zubaidi menuai protes luas di Provinsi Aden dan pemerintah Abu Dhabi dengan memanfaatkan aksi protes ini membentuk Dewan Transisi Politik di selatan Aden serta mengangkat Zubaidi sebagai ketuanya. Dalam hal inisejumlah pejabat pemerintah Mansur Hadi juga menjadi anggota dewan ini. Setelah langkah ini, sejumlah media menyebutnya sebagai kudeta Abu Dhabi terhadap Mansur Hadi di Aden.

 

Oleh karena itu, sejumlah analisa menunjukkan bahwa rantaian teror di Provinsi Aden terjadi dengan arahan Emirat dan ditujukan untuk merusak Mansur Hadi serta menunjukkan kepada pemerintahan di bawahnya bahwa Mansur Hadi tidak mampu menjamin keamanan di provinsi ini.

 

Terkait hal ini, Kantor Berita Associated Press (AP) April lalu di laporannya menguak peran Abu Dhabi di teror para imam shalat jamaah dan dai yang bertentangan dengan UEA di Aden. Mengutip salah satu pejabat keamanan di Aden, AP menyatakan Abu Dhabi merancang operasi teror di provinsi ini.

 

Meski demikian, pemerintah Abu Dhabi saat merespon analisa ini menyatakan bahwa teror di Provinsi Aden dilakukan oleh para tahanan yang dibebaskan oleh Mansur Hadi. Media yang dekat dengan Abu Dhabi juga melakukan banyak manuver untuk menyebarkan pandangan ini. Di sisi lain, Abu Dhabi tidak menunjukkan dokumen terkait pandangannya tersebut.

 

Teror di Provinsi Aden cenderung menunjukkan kegagalan pemerintahan Mansur Hadi dalam menjamin keamanan berbagai wilayah di bawah kontrolnya serta runtuhnya sistem keamanan dan politik di kawasan tersebut. (MF)