Lawatan Putera Mahkota Saudi Pasca Gempa Politik Khashoggi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i64568-lawatan_putera_mahkota_saudi_pasca_gempa_politik_khashoggi
Putera Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman untuk pertama kalinya melakukan lawatan resmi pasca kasus pembunuhan Khashoggi yang memicu gelombang kecaman dari publik dunia dan reputasinya semakin terpuruk.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Nov 24, 2018 04:39 Asia/Jakarta
  • Unjuk rasa memprotes Mohammed bin Salman
    Unjuk rasa memprotes Mohammed bin Salman

Putera Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman untuk pertama kalinya melakukan lawatan resmi pasca kasus pembunuhan Khashoggi yang memicu gelombang kecaman dari publik dunia dan reputasinya semakin terpuruk.

Kunjungan Bin Salman yang dimulai dari Abu Dhabi kemudian ke Bahrain, Tunisia, Mesir, Aljazair dan Mauritania ini dilakukan untuk memulihkan posisinya yang terguncang diterjang gempa politik kasus terbunuhnya seorang jurnalis terkemuka Arab Saudi di konsulat negara ini di Istanbul. Berbagai laporan, termasuk CIA dan statemen tidak langsung pemerintah Turki menunjukkan keterlibatan Mohammed bin Salman dalam kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

Lawatan resmi putera mahkota Arab Saudi ke enam negara ini menarik untuk dikaji karena sejumlah faktor. Pertama, kunjungan tersebut dilakukan hanya berselang tiga hari dari pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang membela Mohammed bin Salman dengan mengatakan putera mahkota Arab Saudi tidak terlibat kasus pembunuhan Khashoggi.

Putera Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Presiden AS Donald Trump

Statemen ini penting bagi Bin Salman karena menunjukkan dukungan Gedung Putih terhadap dirinya sebagai putera mahkota Arab Saudi. Selain itu, masalah tersebut mengindikasikan hubungan kuat yang masih terus dijalin antara Washington dan Riyadh. Oleh karena itu, lawatan Bin Salman kali ini sebagai tahapan awal untuk mengeluarkan dirinya dari keterkucilan di arena internasional.

Kedua, putera mahkota Arab Saudi memulai lawatannya dari negara-negara sahabatnya sendiri. Uni Emirat Arab dan Bahrain selama ini menjadi sekutu paling dekat bagi Riyadh di kalangan negara-negara Arab di pesisir Teluk Persia. Demikian juga dengan Mesir yang mengiringi Arab Saudi bersama Bahrain dan Uni Emirat Arab dalam menjatuhkan sanksi terhadap Qatar.

Dengan dukungan tiga negara ini, Bin Salman berharap akan disambut juga oleh tiga negara lain yang akan menjadi tujuan lawatan berikutnya. Pertimbangan putera mahkota Arab Saudi mengunjungi Tunisia, Aljazair dan Mauritania karena dianggap ketiga negara ini akan membutuhkan kucuran dana untuk membiayai pembangunannya. Tapi ambisi tersebut sebelum terwujud sudah mulai dibayangi penolakan. Pasalnya, sekitar 50 pengacara Tunisia sudah mengajukan gugatan kepada pengadilan negara ini untuk menolak kedatangan bin Salman ke negaranya.

Ketiga, kunjungan Mohammed bin Salman ke enam negara ini dilakukan menjelang KTT G20 yang akan berlangsung di Argentina. Tampaknya, lawatan ini dilakukan untuk memuluskan jalan bagi dirinya keluar dari kungkungan pengucilan internasional sebagai dampak dari pembunuhan Khashoggi.(PH)