Hamas: Beberapa Negara Arab Menikam Palestina dari Belakang
-
Pasukan pejuang Hamas di Gaza.
Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyatakan, langkah beberapa negara Arab menormalisasi hubungan dengan rezim Zionis Israel merupakan sebuah pukulan terhadap Palestina.
Juru bicara Hamas Abdel Latif al-Qanoa, seperti dilansir kantor berita IRIB, Sabtu (24/11/2018) menambahkan, langkah itu dan kunjungan para pejabat Tel Aviv ke negara-negara Arab telah menikam bangsa Palestina dari belakang, yang menentang kejahatan Zionis.
"Rezim penjajah Israel akan tetap menjadi musuh bangsa Palestina dan kunjungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke beberapa negara Arab tidak akan memberikan legitimasi apapun kepada rezim Zionis," tegasnya.
Al-Qanoa menyeru negara-negara Arab untuk menghentikan berbagai proses normalisasi hubungan dengan Israel dan mengucilkan rezim itu serta membongkar kejahatan mereka terhadap rakyat Palestina.
Beberapa negara Arab di Teluk Persia telah meningkatkan proses untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Pada 25 Oktober lalu, Netanyahu berkunjung ke Oman dan kemudian mengabarkan perluasan hubungan Israel dengan beberapa negara Arab.
Proses normalisasi hubungan negara-negara Arab dengan rezim Zionis dimotori oleh Arab Saudi.
Lebih dari 42.000 warga Palestina gugur syahid dan puluhan ribu lainnya cidera akibat brutalitas Israel berdasarkan data dari tahun 1967-2017. (RM)