Sekjen Hizbullah: Kebijakan AS-Zionis di Kawasan akan Gagal
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i72007-sekjen_hizbullah_kebijakan_as_zionis_di_kawasan_akan_gagal
Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon Sayid Hassan Nasrulah mengatakan, kebijakan permusuhan yang dikobarkan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel di kawasan Asia Barat akan gagal.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 19, 2019 15:06 Asia/Jakarta
  • Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrullah (kanan) dan Asisten Khusus Ketua Parlemen RII Hossein Amir-Abdollahian.
    Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrullah (kanan) dan Asisten Khusus Ketua Parlemen RII Hossein Amir-Abdollahian.

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon Sayid Hassan Nasrulah mengatakan, kebijakan permusuhan yang dikobarkan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel di kawasan Asia Barat akan gagal.

Hal itu ditegaskan Nasrullah dalam pertemuan dengan Asisten Khusus Ketua Parlemen Republik Islam Iran untuk Urusan Internasional Hossein Amir-Abdollahian di Lebanon, seperti dikutip IRIB, Jumat (19/7/2019).

Dia mengapresiasi dukungan Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khameni, pemerintah dan rakyat Iran untuk membantu menciptakan stabilitas perdamaian dan keamanan di kawasan.

"Seperti yang disampaikan Ayatullah Khamenei, Amerika tidak mampu memaksakan perang militer terhadap Iran," ujarnya.

Dia menambahkan, Gedung Putih memahami bahwa jika perang terhadap Iran dikobarkan maka seluruh kawasan akan terlibat, dan tentu saja Amerika bukan pihak yang akan mengakhirinya.

Sekjen Hizbullah juga menyinggung masalah Palestina dan menegaskan, Muqawama (perlawanan) adalah opsi tunggal dan paling kuat untuk menghadapi kejahatan, agresi dan ambisi rezim Zionis.

Sayid Nasrullah menyebut rancana politik dan demokrasi yang diusulkan Iran mengenai penyelenggaraan referendum yang melibatkan seluruh penduduk asli Palestina, baik di dalam dan luar negeri, dan dari semua agama seperti Islam, Yahudi dan Kristen sebagai prakarsa yang logis dan realistis.

Sekjen Hizbullah juga mengisyaratkan prakarsa Kesepakatan Abad yang digagas oleh Amerika Serikat.

"Prakarsa Amerika-Zionis, Kesepakatan Abad, tidak layak dan tidak akan berhasil," tegasnya.

Berdasarkan kesepakatan abad, Baitul Maqdis akan diserahkan kepada Israel, pengungsi Palestina di negara lain tidak berhak kembali ke tanah airnya, dan Palestina hanya terdiri dari wilayah yang tersisa di Tepi Barat dan Jalur Gaza. (RA)