Dampak Serangan Terbaru Militer Zionis ke Gaza
Militer rezim Zionis Israel memulai serangan terbaru ke Jalur Gaza sejak Selasa dini hari, 12 November 2019. Mereka membombardir rumah seorang komandan militer Jihad Islam Palestina, Baha Abu al-Ata di Shajaeya.
Serangan di Gaza timur itu menyebabkan Baha Abu al-Ata dan istrinya gugur syahid dan tiga lainnya termasuk dua anak-anak terluka.
Militer rezim Zionis juga melancarkan serangan udara ke sebuah rumah di kota Rafah, selatan Jalur Gaza dan target-target lainnya pada hari Rabu.
Sayap militer Jihad Islam Palestina, Brigade al-Quds pada hari Rabu mengumumkan bahwa Komandan pasukan Jihad Islam Palestina di pusat Gaza, Khaled Moawad Faraj gugur syahid dalam serangan udara militer rezim Zionis.
Menanggapi serangan keji itu, kelompok-kelompok perlawanan Palestina melancarkan operasi rudal berskala besar menargetkan Tel Aviv, Haifa dan distrik Zionis di sekitar Gaza.
Kelompok-kelompok perlawanan Palestina dalam pernyataan terpisah menyatakan bahwa rezim Zionis harus bertanggung jawab atas pembunuhan Abu Al-Ata, dan kejahatan mereka tidak akan dibiarkan begitu saja.
Brigade al-Quds dalam pernyataan bersama dengan Kataeb al-Mujahidin pada hari Rabu mengumumkan, kota Ashkelon dan Sderot telah dihantam 20 rudal sebagai balasan terhadap Israel.
"Hari ini, Rabu, Brigade al-Quds dan Kataeb al-Mujahidin menembakkan 20 rudal ke dua kota Zionis. Rudal-rudal itu tepat mengenai sasaran, namun sebagaimana biasanya, Israel tidak mempublikasikan kerugian dan korban jiwa serangan tersebut," kata pernyataan itu.
Jihad Islam Palestina mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal ke Ashkelon dan Sderot, dan menyebutnya sebagai balasan atas teror terhadap Baha Abu Al Ata, dan upaya teror atas Akram Al Ajouri di Damaskus serta berbagai kejahatan Israel.
Serangan terbaru Israel ke Gaza hingga saat ini telah menyebabkan 16 warga Palestina termasuk Baha Abu Al Ata gugur syahid. Puluhan orang juga terluka dalam serangan tersebut. (RA)