Transformasi Timur Tengah 5 Januari 2020
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i77237-transformasi_timur_tengah_5_januari_2020
Transformasi Timur Tengah sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai serangan teror AS terhadap syahid Letjen Qasem Solaemani dan reaksi berbagai kalangan di kawasan ini dan dunia.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jan 05, 2020 11:07 Asia/Jakarta
  • Transformasi Timur Tengah 5 Januari 2020

Transformasi Timur Tengah sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai serangan teror AS terhadap syahid Letjen Qasem Solaemani dan reaksi berbagai kalangan di kawasan ini dan dunia.

Isu lainnya, rezim Zionis meminta Palestina tidak membalas teror terhadap Qasem Solaemani dan masalah pembentukan kabinet baru Lebanon.

 

PM Irak, Adil Abdul Mahdi

Para Tokoh Irak Kecam Kejahatan AS

Komandan Pasukan al-Quds Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Letnan Jenderal Qassem Soleimani dan Wakil Komandan Pasukan Relawan Irak Hashd al-Shaabi Abu Mahdi al-Muhandis gugur syahid dalam serangan udara Amerika Serikat di Bandara Internasional Baghdad, Jumat dini hari, 3 Januari 2020.

Perdana Menteri Irak, Adil Abdul Mahdi mengecam kejahatan Amerika Serikat yang menyebabkan gugurnya komandan pasukan Quds Iran dan wakil komandan Hashd al-Shaabi.

"Syahid Qasem Soleimani dan syahid Abu Mahdi al-Muhandis adalah dua simbol besar perang melawan teroris Daesh," kata Abdul Mahdi dalam sebuah pernyataan hari Jumat (03/02/2020).

Dia menganggap serangan AS melanggar kedaulatan Irak dan meminta parlemen Irak untuk menggelar pertemuan darurat.

Sementara itu, Sekjen Gerakan Asaib Ahl al-Haq di Irak, Qais al-Khazali dalam sebuah pesan mengatakan, Hajj Qasem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis telah mencapai syahadah, dan hasil pasti bagi AS dan Israel adalah kekalahan.

"Pembalasan atas darah syahid al-Muhandis adalah berakhirnya kehadiran militer AS di Irak, dan pembalasan atas darah syahid Soleimani adalah kehancuran Israel," tegasnya.

Pemimpin Gerakan Hikmah Irak, Sayid Ammar al-Hakim dalam sebuah statemen menulis, "Abu Mahdi al-Muhandis, wakil komandan Hashd al-Shaabi dan Letnan Jenderal Qasem Soleimani, komandan pasukan Quds Pasdaran, telah menghabiskan sebagian besar umurnya untuk jihad dan pengorbanan."

"Mereka memainkan peran utama dalam perang anti-terorisme dan kemenangan atas Daesh," tambahnya.

 

Al-Hashd Al-Shaabi

Front Perlawanan Nyatakan Siap Mendukung Iran

Pasukan Hashd al-Shaabi Irak, Gerakan Jihad Islam Palestina, dan Hamas dalam pernyataan terpisah, mengutuk kejahatan AS yang menyebabkan gugurnya komandan pasukan Quds Iran dan wakil komandan Hashd al-Shaabi.

Juru bicara Hashd al-Shaabi Irak, Ahmad al-Asadi dalam sebuah statemen hari Jumat (03/01/2020) mengatakan, AS dan rezim Zionis adalah aktor yang menyebabkan Letnan Jenderal Qasem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis gugur syahid.

Sementara itu, Gerakan Jihad Islam Palestina menyatakan bahwa kita bersama-sama akan melawan kejahatan ini dan tidak ada istilah menyerah dalam membebaskan kota Quds.

Gerakan Hamas mengatakan bahwa perilaku agresif AS akan memicu perang dan tindakan AS bertentangan dengan kepentingan bangsa-bangsa, kebebasan, dan ketenangan masyarakat di kawasan.

Letjen Qasem Solaemani, gugur syahid dalam serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan teroris AS di bandara internasional Baghdad, Irak pada Jumat dini hari.

 

Sekjen Hizbullah, Sayid Hassan Nasrallah

Sekjen Hizbullah: Kami akan Menuntut Balas Darah Syahid Soleimani

Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrallah menyebut kesyahidan sebagai tujuan akhir dari Letnan Jenderal Qasem Soleimani.

Sekjen Hizbullah pada hari Jumat (03/02/2020) mengeluarkan pernyataan berkaitan dengan kesyahidan Letjen Soleimani dan Wakil Komandan Hashd al-Shaabi Irak, Abu Mahdi Al-Muhandis dalam serangan Amerika Serikat di Bandara Internasional Baghdad, Jumat dini hari.

"Saudara yang terkasih dan pemimpin besar Haji Qasem Soleimani telah mencapai harapan utamanya dengan meneguk cawan syahadah. Ia layak disebut sebagai penghulu syuhada Poros Perlawanan," ujar Sayid Nasrallah.

Dia menyampaikan belasungkawa kepada Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, kaum Muslim, pemerintah dan bangsa Iran, serta Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) atas kesyahidan Letjen Soleimani.

"Memberikan hukuman yang adil bagi para pembunuh kriminal ini – yang merupakan orang paling jahat di dunia – akan menjadi tanggung jawab dan tugas semua mujahidin front perlawanan di seluruh dunia," tegasnya.

"Para pembunuh AS tidak akan dapat mencapai tujuannya melalui kejahatan besar ini," tambahnya.

"Kami akan mengibarkan bendera syahid Soleimani di semua medan perang dan kemenangan poros perlawanan akan bertambah berkat darahnya," kata Sayid Nasrallah dalam pesannya itu.

"Orang-orang Irak juga akan membuktikan kesetiaannya kepada para komandan yang gugur syahid dan tidak akan membiarkan darah mereka sia-sia," pungkas Sayid Nasrallah.

 

Brigade Al-Qassam

Brigade Al Qassam: Cita-cita Terbesar Jenderal Soleimani Palestina Merdeka

Sayap militer Hamas, Brigade Ezzedine Al Qassam mengumumkan, sebagian besar upaya Jenderal Qasem Soleimani dilakukan untuk menghancurkan rezim Zionis Israel, dan meruntuhkan penjajahan atas tanah Palestina.

Pusat Informasi Palestina (3/1/2020) melaporkan, Brigade Al Qassam, Jumat (3/1) merespon kesyahidan Komandan Pasukan Qods, Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC, Jenderal Qasem Soleimani dan menegaskan, pasukan perlawanan Palestina akan melanjutkan perjuangan melawan Zionis dan sumber kejahatan regional. Kubu perlawanan yakin darah Syahid Qasem Soleimani akan membinasakan para pembunuh dan Israel.

Sementara itu, sayap militer gerakan Jihad Islam Palestina, Brigade Al Qods mengecam teror terhadap Jenderal Soleimani dan mengumumkan, poros perlawanan sampai kapanpun tidak akan pernah menyerah, dan tidak akan kalah, sebaliknya semakin solid dan kuat dalam melawan proyek-proyek Amerika-Israel.

Kelompok Palestinian National Initiative menjelaskan, teror terhadap Jenderal Soleimani oleh Amerika adalah tindakan bodoh yang mengancam keamanan seluruh kawasan.

Popular Front for the Liberation of Palestine, PFLP mengumumkan, Jenderal Soleimani selalu mendukung perlawanan di seluruh negara termasuk Palestina dan Lebanon.

Juru bicara PFLP, Abu Ahmad Fouad mengatakan, target yang selalu dikejar Jenderal Soleimani adalah Al Quds dan kemerdekaan seluruh Palestina, dan ia tidak pernah sekalipun meninggalkan medan jihad dan perjuangan.

 

Syahid Letjen Qasem Solaemani

Israel Peringatkan Palestina Tidak  Balas Teror Jenderal Iran

Salah satu situs rezim Zionis Israel menulis, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran atas balasan tegas Iran, Israel mengirim surat kepada Hamas dan Jihad Islam, dan meminta mereka untuk tidak bereaksi.

Melalui perantara Mesir, Israel mengirim pesan kepada petinggi Hamas dan Jihad Islam, dan memperingatkan segala bentuk aksi mereka untuk membalas teror Komandan Pasukan Qods, Koprs Garda Revolusi Islam Iran, IRGC, Jenderal Qasem Soleimani.

Situs berita Israel, Walla mengabarkan, Tel Aviv mengirim pesan tersebut segera setelah Jenderal Soleimani dikabarkan tewas diserang Amerika di Irak, dan rencananya esok hari Minggu (5/1) kabinet Israel akan membahas perkembangan terbaru pasca teror Jenderal Soleimani.

Sebelumnya, Menteri Perang Israel, Naftali Bennett menggelar rapat darurat membahas transformasi terbaru di kawasan.

Kelompok-kelompok perlawanan Palestina hari Sabtu (4/1) pagi menggelar acara memperingati kesyahidan Jenderal Qasem Soleimani di Gaza

 

 

Presiden Lebanon Yakin Kabinet Baru akan Segera Terbentuk

Presiden Lebanon Michel Aoun yakin bahwa pemerintahan baru akan terbentuk dalam beberapa hari ke depan.

Aoun optimis bahwa Lebanon akan keluar dari krisis politik, dan mengatakan pemerintahan baru akan terbentuk dalam beberapa hari ke depan.

"Krisis saat ini harus diakhiri secepatnya dan situasi Lebanon akan membaik di tahun baru ini," tambahnya.

Akademisi dan mantan Menteri Pendidikan Tinggi Lebanon, Hassan Diab ditunjuk sebagai perdana menteri baru pada 19 Desember 2019, setelah Saad Hariri mengundurkan diri dari jabatannya.

Diab adalah tokoh Sunni Lebanon dan ia mendapat dukungan dari parlemen untuk membentuk kabinet baru.(PH)