Transformasi Timur Tengah 15 Februari 2020
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i78634-transformasi_timur_tengah_15_februari_2020
Transformasi Timur Tengah selama beberapa hari terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya pertemuan Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Benjamin Netanyahu dan Putera Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Feb 15, 2020 13:07 Asia/Jakarta
  • Benjamin Netanyahu dan Mohamed bin Salman
    Benjamin Netanyahu dan Mohamed bin Salman

Transformasi Timur Tengah selama beberapa hari terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya pertemuan Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Benjamin Netanyahu dan Putera Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman.

Selain itu, langkah rezim Zionis membekukan hubungan dengan kantor HAM PBB, tentara Zionis menyerbu jamaah shalat di Masjid Al-Aqsa, Suriah berhasil menangkal rudal rezim Zionis, militer Suriah menguasai 50 persen wilayah Idlib, Sekjen Hizbullah menyatakan bahwa Syahid Soleimani sebagai pejuang sejati di masa sulit, statemen ulama terkemuka Bahrain bahwa AS menjegal demokrasi Sejati di negara-negara Muslim.

 

Netanyahu dan bin Salman

Al Araby Al Jadeed: Temui Bin Salman, PM Israel Bahas Iran

Surat kabar berbahasa Arab yang berbasis di London, Al Araby Al Jadeed mengabarkan pertemuan Putra Mahkota Arab Saudi dan Perdana Menteri rezim Zionis Israel di pesisir Laut Merah beberapa waktu lalu, untuk membahas Iran.

Al Araby Al Jadeed mengutip "sumber khusus" mengabarkan pertemuan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman dan PM Israel, Benjamin Netanyahu, di paruh kedua bulan November 2019 di pesisir Laut Merah, barat laut Saudi.

Menurut sumber itu, pertemuan tersebut digelar atas permintaan Israel, dan di dalamnya membicarakan sejumlah proyek khusus untuk melawan Iran, dan upaya bersama untuk menghadapi Iran serta menurunkan pergerakan regional Tehran.

Dalam pertemuan itu, PM Israel melaporkan aktivitas Iran di kawasan Teluk Persia yang disebutnya sebagai pergerakan untuk mengacaukan Saudi.

Sebelumnya sejumlah media Arab dan Israel melaporkan upaya Perdana Menteri rezim Zionis, Benjamin Netanyahu untuk bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

Presiden AS Donald Trump didampingi Netanyahu secara resmi mengumumkan prakarsa Kesepakatan Abad di Gedung Putih pada 28 Januari 2020. Acara ini juga dihadiri oleh beberapa duta besar negara Arab.

Meski ditentang oleh banyak pihak, Trump dan Netanyahu tetap akan memaksakan implementasi prakarsa rasis ini. Salah satu kebijakan penting yang dikejar oleh Netanyahu dan Amerika adalah melegalisasi prakarsa Kesepakatan Abad. Mereka mendorong negara-negara Arab menerima kesepakatan tersebut. Oleh karena itu, duta besar Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Oman, dan Yordania di Washington dilibatkan pada acara peresmian Kesepakatan Abad.

Kesepakatan Abad secara praktis telah mempertontonkan perpecahan di dunia Arab mengenai isu Palestina. Saudi, UEA, Bahrain, Oman, Yordania, dan Mesir adalah pihak yang secara terbuka dan diam-diam mendukung prakara AS ini. Sementara Palestina, Irak, Lebanon, Suriah, Kuwait, dan Tunisia memilih menentang Kesepakatan Abad dan memandangnya sebagai kebohongan abad atau pengkhianatan abad terhadap Palestina.

 

Michelle Bachelet

Israel Bekukan Hubungan dengan Kantor HAM PBB

Kementerian Luar Negeri rezim Zionis Israel merespon laporan Kantor Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia PBB terkait perusahaan-perusahaan yang bekerjasama dalam pembangunan distrik Zionis di Tepi Barat, dan mengumumkan pembekuan hubungan dengan badan PBB tersebut.

Times of Israel melaporkan, Kemenlu Israel, Rabu (12/2) malam menuding Komisioner Tinggi HAM PBB, Michelle Bachelet telah mendukung kampanye boikot Israel, BDS, dan mengancam akan melakukan tindakan pengecualian yang keras untuk menghadapi langkah Kantor HAM PBB.

Kantor Komisioner Tinggi HAM PBB hari Rabu (12/2) dalam laporan yang disusun Dewan HAM PBB, mengumumkan 112 nama korporasi yang terlibat dalam pembangunan ilegal distrik Zionis di wilayah Palestina pendudukan.

Di sisi lain, Kemenlu Israel mengaku akan melindungi perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam pembangunan distrik Zionis di Tepi Barat.

Sebelumnya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Menlu, Israel Katz mengecam laporan Kantor HAM PBB ini.

 

Tentara Zionis Serbu Jamaah Shalat di Masjid Al-Aqsa

Pasukan Zionis pada hari Jumat menyerbu Masjid al-Aqsa dan memukuli para jamaah shalat Palestina.

Selain itu, polisi zionis juga tidak mengizinkan orang-orang Palestina memasuki Masjid al-Aqsa, sehingga banyak orang menunaikan shalat di jalan-jalan dan lorong-lorong sekitar Masjid Al-Aqsa.

Serangan yang dilakukan tentara rezim Zionis tersebut menyebabkan sejumlah orang Palestina terluka dan sebagian lainnya ditangkap.

Gerakan Jihad Islam Palestina mengeluarkan pernyataan pada hari Kamis yang menyerukan warga Palestina menghadiri sholat Jumat di Masjid Al-Aqsa sebagai bentuk pembelaan terhadap tempat suci ini dan menolak plot AS-Israel "Kesepakatan Abad".

Seruan "Fajr Agung" gerakan Palestina demi melindungi tempat-tempat suci Palestina, juga protes terhadap perluasan permukiman dan masuknya orang-orang Zionis  ke masjid Al-Aqsa, serta oposisi terhadap kesepakatan abad.

 

 

Sayid Hassan Nasrullah

Sekjen Hizbullah: Syahid Soleimani, Pejuang di Masa Sulit !

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrullah menyebut Syahid Letjen Qassem Soleimani, komandan Quds Pasukan Garda Revolusi Islam Iran sebagai pejuang yang hadir di masa sulit.

"Syahid Soleimani bukan hanya seorang komandan militer, tetapi juga memahami semua masalah keamanan dan politik," ujar Nasrullah.

"Beliau selalu berada di garis depan bersama front perlawanan dalam perang melawan teroris dan rezim Zionis Israel," tegasnya.

Sekjen Hizbullah Lebanon juga mengungkapkan bahwa Haji Qassem lahir dari sekolah Revolusi Islam Imam Khomeini, dan kelompok-kelompok perlawanan pasti akan melanjutkan jalan, metode, dan perjuangannya.

Nasrullah menekankan bahwa kesyahidan Haji Qassem Soleimani dan Abu Mahdi al-Mohandis mengalirkan darah baru ke pembuluh front perlawanan, termasuk Palestina, Lebanon, Suriah, Irak, Yaman dan Afghanistan.

Komandan pasukan Quds Sepah Pasdaran Iran, Letjen Qassem Soleimani dan Wakil Komandan Hashd al-Shaabi Irak, Abu Mahdi al-Muhandis bersama sejumlah orang lainnya gugur syahid dalam serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan teroris AS di dekat bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari lalu.

Banyak negara dan lembaga-lembaga dunia mengecam tindakan terorisme Amerika tersebut.

 

Sistem anti udara Suriah

 

Suriah Berhasil Tangkal Rudal Rezim Zionis

Sistem pertahanan udara Suriah berhasil mencegat serangan rudal yang dilancarkan rezim Zionis Israel dari arah dataran tinggi Golan hari Kamis (13/2).

Sebuah video yang dirilis media nasional Suriah, SANA menunjukkan militer negaranya tengah menembak rudal di atas langit Damaskus untuk menangkal serangan rudal yang masuk dari arah Golan.

Selain itu, militer Suriah juga berhasil mencegat beberapa rudal lainnya sebelum mencapai target.

Seorang sumber militer Suriah mengatakan serangan rudal itu terjadi sekitar Kamis pukul 23.45 waktu setempat.

Bandara Damaskus selama ini menjadi target serangan rudal rezim Zionis.

Rezim Zionis berulangkali menargetkan posisi tentara dan infrastruktur Suriah demi mendukung para teroris.

Krisis Suriah dimulai sejak tahun 2011 dengan masuknya kelompok-kelompok teroris yang didukung oleh Arab Saudi, AS, dan sekutu mereka untuk mengubah perimbangan kekuatan yang mendukung rezim Zionis.

 

pasukan Suriah

Militer Suriah Kuasai 50 Persen Wilayah Idlib

Pasukan pemerintah Suriah berhasil merebut 50 persen wilayah Provinsi Idlib, utara negara itu dari tangan kelompok-kelompok teroris. Stasiun televisi Al Ikhbariya, Minggu (9/2) mengumumkan, militer Suriah berhasil menguasai 50 persen wilayah Provinsi Idlib yang sebelumnya diduduki kelompok teroris.

Provinsi Idlib merupakan benteng terakhir kelompok teroris di Suriah. Pasukan pemerintah Suriah berkat bantuan para penasihat militer Iran dan Rusia, baru-baru ini berhasil mengakhiri pendudukan Daesh di negara itu, dan kelompok-kelompok teroris lain saat ini berada di ambang kekalahan.

 

Sheikh Isa Qassim

Ulama Bahrain: AS Jegal Demokrasi Sejati di Negara Muslim !

Pemimpin Gerakan Islam Bahrain, Sheikh Isa Qassem menyatakan Amerika Serikat menentang terwujudnya demokrasi sejati di negara-negara Muslim.

Sheikh Isa Qassem dalam peringatan hari perlawanan rakyat Bahrain di kota Qom, sebelah selatan Tehran, mengatakan, AS selalu menjegal perkembangan demokrasi di negara-negara Muslim, sebab ketika umat Islam bisa meraih kebebasan sejatinya, maka mereka akan mewujudkan nilai-nilai Islam, termasuk di antaranya perlawanan terhadap penindasan dan ketidakadilan.

"Spirit melawan kezaliman tetap hidup di sanubari masyarakat Bahrain demi menghadapi penguasa lalim dan korup," ujar ulama terkemuka Bahrain.

Di bagian lain statemennya, Sheikh Qassem menyinggung plot AS-Zionis, "Kesepakatan Abad", dan menilainya sebagai konspirasi untuk menghantam dunia Islam.

"Inilah ujian bagi Palestina dan semua negara Muslim, dan hari ini seluruh Muslim memiliki kewajiban untuk melawan pengkhianatan besar ini," tutur Sheikh Isa Qassem.

Hari ini, 14 Februari adalah peringatan kesembilan tahun gerakan perlawanan rakyat Bahrain melawan rezim Al Khalifa. Rezim Al-Khalifa telah menangkap lebih dari 11.000 warga Bahrain dengan tuduhan palsu sejak 2011 hingga kini, dan sejumlah lainnya dicabut kewarganegaraannya.(PH)