Hizbullah Lebanon: Syahid Soleimani Penyelamat Kawasan
-
Sayid Hashim Safi al-Din, Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Lebanon
Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Lebanon menyebut Letjen Syahid Qasem Soleimani, Komandan Pasukan Quds, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), sebagai penyelamat wilayah Asia Barat dan mengatakan, "Darah suci syahid Soleimani mendekatkan pembebasan Quds."
Menurut laporan IRIB, Sayid Hashim Safi al-Din hari Kamis malam, 20 Februari, dalam wawancara dengan agensi berita U-News menjelaskan, dengan darah Haj Qasem, Quds akan dibebaskan dan tidak diragukan lagi bahwa kehadiran Amerika Serikat di kawasan akan berakhir.
Ketua Dewan Eksekutip Hizbullah Lebanon juga menggambarkan bahwa perlawanan Muqawama di perang 33 hari di Lebanon sebagai hasil dari upaya berkelanjutan syuhada seperti Haj Qasem Soleimani dan Haj Imad Mughniyeh, komandan Hizbullah Lebanon dan mengatakan bahwa syahid Soleimani dan Mughniyeh berhasil menggagalkan strategi global Washington untuk mengontrol dan mengendalikan.
Sekretaris jenderal Hizbullah Lebanon juga baru-baru ini merujuk pada dukungan Letjen Soleimani atas kelompok-kelompok perlawanan di kawasan Asia Barat, menyebut Syahid Soleimani selalu berada di front perang melawan para teroris dan Zionis Israel bersama pasukan Muqawama dan menuntun mereka.
Sayid Hassan Nasrullah menjelaskan bahwa ajaran Qasem Soleimani berasal dari Imam Khomeini ra, pendiri Republik Islam Iran dan menjelaskan bahwa kelompok-kelompok Muqawama pasti menyukseskan jalan, metode dan ajarannya dengan penuh kekuatan.
Letjen Soleimani dan beberapa orang yang mengiringinya Jumat pagi, 3 Januari 2020, gugur syahid akibat serangan udara pasukan agresor dan teroris Amerika Serikat didekat bandara Baghdad, ibukota Irak.
Letjen Soleimani mengunjungi Irak dalam rangka memenuhi undangan pemerintah negara ini.
Sesuai dengan pengumuman Kementerian Perang Amerika Serikat (Pentagon), perintah serangan udara ini ini dikeluarkan langsung oleh Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Banyak negara, organisasi dan kelompok yang mengutuk tindakan teroris Amerika Serikat.