Nyawa Ribuan Tahanan Palestina di Tengah Hempasan Corona
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i80501-nyawa_ribuan_tahanan_palestina_di_tengah_hempasan_corona
Di tengah mengganasnya pandemi Virus Corona yang melanda wilayah Palestina pendudukan, rezim Zionis Israel tak berhenti melakukan kejahatannya terhadap para tahanan Palestina.
(last modified 2026-02-25T09:50:49+00:00 )
Apr 18, 2020 11:02 Asia/Jakarta

Di tengah mengganasnya pandemi Virus Corona yang melanda wilayah Palestina pendudukan, rezim Zionis Israel tak berhenti melakukan kejahatannya terhadap para tahanan Palestina.

Tanggal 17 April dalam kalender Palestina ditetapkan sebagai Hari Tahanan Palestina. Menurut Kepala Bidang Riset dan Dokumen, Komite urusan Tahanan Palestina, Abdul Nasser Farwana, saat ini 5.800 tahanan Palestina mendekam di penjara-penjara Israel, 62 di antaranya perempuan, 200 anak-anak, dan sisanya pria dewasa.

Tahanan Palestina merupakan lapisan masyarakat yang paling banyak mendapat tekanan dan penyiksaan Israel. Salah  satu perbedaan kejahatan Israel terhadap tahanan Palestina, dibanding lapisan masyarakat lainnya, para tahanan berada di sebuah lokasi tertentu yang dikontrol Zionis.

Oleh karena itu, tangan Israel lebih leluasa untuk menyiksa secara fisik dan psikis para tahanan Palestina. Sebagai contoh, Israel dengan mudahnya menjatuhkan satu atau beberapa kali vonis penjara seumur hidup bagi 540 tahanan Palestina.

Kejahatan terkeji Israel terhadap tahanan Palestina adalah penghilangan nyawa mereka. Abdul Nasser Farwana mengatakan, sejak tahun 1967 sampai sekarang, 222 tahanan Palestina gugur di dalam penjara Israel, dan mereka dibunuh dengan berbagai cara.

Sedikitnya 75 tahanan Palestina gugur dengan cara yang sepenuhnya disengaja, dan tujuh tahanan lainnya mengembuskan nafas terakhir setelah mengalami luka tembak tentara Israel, dan dilarikan ke rumah sakit.

67 tahanan Palestina gugur karena tidak adanya obat, dan perawatan kesehatan yang tidak layak, sementara 73 lainnya gugur karena disiksa.

Saat ini di tengah mengganasnya wabah Virus Corona di wilayah pendudukan, keselamatan jiwa para tahanan Palestina kembali menjadi kekhawatiran utama pemerintah Palestina.

Laporan terakhir menyebutkan 4 tahanan Palestina tertular Covid-19 di penjara Israel. Penyebab utama infeksi Virus Corona pada tahanan Palestina itu adalah tidak adanya pelayanan kesehatan yang memadai, pengiriman para dokter yang positif Corona ke penjara-penjara, dan perekrutan sipir penjara yang sudah tertular.

Pemerintah Palestina beberapa kali memperingatkan soal kondisi para tahanan, namun Israel tidak pernah menggubrisnya. Mereaksi sikap tak acuh Israel ini, Hamas mengusulkan pertukaran tahanan dengan Zionis.

Kepala Biro Politik Hamas di Gaza, Yahya Sinwar mengumumkan, Hamas siap melakukan pertukaran tahanan dengan Israel untuk menyelamatkan tahanan Palestina berusia lanjut, yang sakit, perempuan dan anak-anak dari penjara Israel, di tengah wabah Virus Corona ini.

Israel menyetujui usulan Hamas ini dengan syarat, namun poin pentingnya adalah pengalaman membuktikan selama ini Israel tidak pernah bisa dipercaya. Ketidakpercayaan ini bahkan mendorong Pemimpin Otorita Ramallah, Mahmoud Abbas mendesak intervensi masyarakat internasional, dan lembaga hak asasi manusia untuk menekan Israel terkait tahanan Palestina ini.

Di sisi lain mengingat keadaan Benjamin Netanyahu di Israel yang terus diguncang, sepertinya ia akan berusaha memanfaatkan ide pertukaran tahanan Palestina itu untuk kepentingan pribadi, dan jelas tidak terlalu serius menanggapinya.

Sehubungan dengan hal ini, anggota Biro Politik Hamas, Moussa Doudin saat merespon permintaan Perdana Menteri Israel untuk memulai perundingan seputar pertukaran tahanan mengatakan, Netanyahu mengelola propaganda media, dan secara praktik tidak melakukan langkah apapun untuk membebaskan tahanan Palestina. (HS)