Palestina Mengutuk Kesepakatan Bahrain dengan Rezim Zionis
-
Hamas dan Jihad Islam
Faksi-faksi Palestina pada Jumat (11/09/2020) malam mengecam keras upaya rezim Al Khalifa untuk menormalkan hubungan dengan rezim Zionis.
Menurut laporan FNA, Mengutuk langkah rezim Al Khalifa, Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menekankan bahwa kesepakatan antara Bahrain dan Israel tentang normalisasi hubungan adalah desakan penerapan ketentuan kesepakatan yang berupaya menghancurkan perjuangan Palestina.
Kepala Kantor Informasi Gerakan Jihad Islam Palestina juga mengutuk upaya rezim Al Khalifa untuk menormalisasi hubungan dengan rezim Zionis, dengan menyatakan bahwa perjanjian tersebut menunjukkan komitmen rezim Bahraini terhadap Amerika Serikat.
"Raja Bahrain dan pemerintahnya mengikuti instruksi dan perintah Amerika," ujar Daud Shahab.
Bahrain dan Israel telah menyetujui normalisasi penuh hubungan, kata Trump di Twitter.
Amerika Serikat, Zionis Israel, dan Bahrain juga mengeluarkan pernyataan bersama.
Pada 13 Agustus lalu, UEA dan Israel menyepakati normalisasi penuh hubungan diplomatik menyusul upaya Trump untuk memfasilitasi normalisasi hubungan antara rezim Arab dan rezim Zionis.
Kesepakatan ini telah banyak dikritik di dunia Islam.
Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyebut pengumuman kesepakatan "berbahaya" itu sebagai "hadiah gratis" yang diberikan oleh UEA kepada rezim Israel atas kejahatannya terhadap Palestina.
Seraya mengutuk pembentukan hubungan diplomatik antara UEA dan rezim Zionis, Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menyatakan bahwa orang-orang yang tertindas di Palestina dan semua negara bebas di dunia tidak akan pernah menormalisasi hubungan dengan penjajah dan rezim kriminal Israel dan keterlibatan dalam kejahatannya.
Dalam beberapa bulan terakhir, upaya untuk menormalisasi hubungan antara beberapa rezim Arab di kawasan itu dan Israel semakin meningkat.
Rezim Arab mencoba untuk menormalkan hubungan dengan Israel, sementara rezim Zionis telah menduduki banyak wilayah Arab-Islam selama bertahun-tahun selain menindas Palestina.