Al-Wefaq Tuntut Referendum untuk Batalkan Hubungan Bahrain-Israel
-
Gerakan al-Wefaq Bahrain.
Gerakan al-Wefaq Bahrain menyerukan referendum untuk membatalkan kesepakatan normalisasi hubungan antara rezim Al Khalifa dan Zionis Israel.
Seperti dilansir IRNA, Gerakan al-Wefaq dalam sebuah pernyataan, Ahad (18/10/2020) menyatakan bahwa rezim Al Khalifa telah menandatangani kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel, di mana bertentangan dengan konstitusi dan kedaulatan nasional Bahrain.
"Setiap kesepakatan tanpa suara rakyat adalah tidak sah dan tidak memiliki legitimasi. Lebih dari 95 persen warga Bahrain menentang normalisasi hubungan antara Manama dan Tel Aviv," tambahnya.
Menurut keterangan Gerakan al-Wefaq, aksi penangkapan dan penumpasan terhadap orang-orang penentang rezim Al Khalifa di Bahrain meningkat sejak adanya perjanjian normalisasi hubungan dengan Israel.
Delegasi Israel dan AS dijadwalkan melakukan kunjungan ke Manama hari ini untuk meresmikan pengembangan kerja sama antara rezim Zionis dan Bahrain.
Uni Emirat Arab dan Bahrain menandatangani perjanjian normalisasi hubungan dengan Israel pada 15 September 2020 di Gedung Putih. Upacara penandatanganan ini disaksikan oleh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (RM)