Mossad: Cara Bahrain dan UEA Berdamai dengan Israel, tidak Biasa
-
Yossi Cohen.
Direktur Dinas Intelijen Israel (Mossad), mengakui bahwa normalisasi hubungan antara Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) dengan rezim Zionis berlangsung dengan cara yang tidak biasa karena adanya penentangan dari publik mereka.
Hal itu disampaikan Yossi Cohen dalam wawancara dengan radio Israel pada Ahad (18/10/2020) malam, setelah Tel Aviv dan Manama meresmikan hubungan mereka.
"Normalisasi hubungan antara Bahrain dan UEA dengan rezim Zionis terjadi di bawah bayang-bayang diskusi dan perdebatan di negara-negara Arab itu," ujarnya.
Cohen mencatat bahwa rakyat Bahrain menentang kesepakatan itu. Para pejabat Bahrain dan Israel seharusnya mempersiapkan kondisi yang diperlukan terlebih dahulu, tetapi kedua belah pihak bertindak dengan cara yang tidak biasa dalam menormalkan hubungan.
Mengenai normalisasi hubungan Israel dengan Arab Saudi, Cohen menuturkan jika Putra Mahkota Mohammed bin Salman sudah menjadi raja negara itu, kompromi Riyadh dengan Tel Aviv juga akan terjadi.
Dalam upacara peresmian hubungan Bahrain-Israel yang digelar di Manama kemarin, Menteri Luar Negeri rezim Zionis Gabi Ashkenazi telah menyerahkan permintaan resmi Israel untuk pembukaan kedutaan di Manama kepada rezim Bahrain.
Masyarakat di sejumlah daerah Bahrain pada Ahad kemarin, menggelar aksi protes sebagai penentangan mereka terhadap kesepakatan normalisasi hubungan antara Manama dan Tel Aviv. (RM)