Nasrullah: Pemilu AS adalah Skandal bagi Demokrasi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i87172-nasrullah_pemilu_as_adalah_skandal_bagi_demokrasi
""Apa yang terjadi dalam pemilu AS adalah aib bagi demokrasi negara ini," kata Sayid Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, dalam pidatonya pada Rabu (11/11/2020) malam yang menandai "Hari Kesyahidan."
(last modified 2026-02-13T17:18:09+00:00 )
Nov 12, 2020 12:22 Asia/Jakarta
  • Sayid Hassan Nasrullah, Sekjen Hizbullah Lebanon
    Sayid Hassan Nasrullah, Sekjen Hizbullah Lebanon

""Apa yang terjadi dalam pemilu AS adalah aib bagi demokrasi negara ini," kata Sayid Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, dalam pidatonya pada Rabu (11/11/2020) malam yang menandai "Hari Kesyahidan."

Menurut laporan IRNA dari al-Mayadeen, Sayid Hassan Nasrallah, yang menyatakan bahwa hasil pemilihan AS tidak akan mengubah kawasan itu, menambahkan, "Satu-satunya prioritas yang pasti dan mutlak Amerika adalah untuk melindungi 'Israel' dan mempertahankan superioritas militernya."

Seraya menjelaskan bahwa pemerintahan Trump adalah pemerintah yang paling arogan, kriminal dan kejam, Sayid Hassan Nasrullah mengatakan, "Keuntungan dari pemerintahan Trump adalah menunjukkan wajah asli Amerika Serikat dalam pembunuhan, kerusakan, kesombongan dan kejahatan kepada orang-orang di dunia."

Mohammad Bin Salman, Donald Trump dan Benjamin Netanyahu

Sekretaris Jenderal Hizbullah menekankan bahwa kebijakan Trump tentang berbagai masalah, terutama masalah Palestina, telah gagal.

"Dengan kepergian Trump, salah satu dari tiga sisi Kesepakatan Abad yang terdiri dari Netanyahu dan bin Salman, telah gugur," ungkap Nasrullah.

"Poros perlawanan harus siap menanggapi setiap kebodohan di pihak Amerika Serikat atau Israel," kata Sekjen Hizbullah Lebanon, seraya mencatat bahwa dari seorang seperti Trump bisa terjadi segala kemungkinan di sisa masa jabatannya.

Nasrullah melanjutkan dengan mengatakan bahwa tujuan dari sanksi Hizbullah adalah untuk menekan, menghasut perlawanan, mengumpulkan informasi dan mempekerjakan tentara bayaran. Menurutnya, "Sebagian di Lebanon telah menghasut Amerika untuk menjatuhkan sanksi terhadap Gebran Bassil, (mantan Menteri Luar Negeri Lebanon dan pemimpin Gerakan Patriotik Bebas) untuk pembalasan pribadi dan politik."

Sayid Hassan Nasrullah juga mengatakan tentang negosiasi untuk menggambar perbatasan darat dan air Lebanon dengan rezim Zionis.

"Perlawanan tidak akan masuk ke dalam masalah penentuan perbatasan darat dan laut dengan rezim pendudukan. Karena ini menjadi tanggung jawab pemerintah," ujar Sekjen Hizbullah.

Sekretaris Jenderal Hizbullah mengatakan pembicaraan itu hanya untuk demarkasi dan bukan awal untuk masalah lain, seraya mengatakan, "Sebagian telah mencoba mengaitkan masalah penentuan gambar perbatasan sebagai titik awal untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, dan kata-kata ini tidak memiliki nilai."

Di bagian lain dari pidatonya, mengacu pada manuver Israel baru-baru ini, Nasrullah mengatakan, "Untuk pertama kalinya, perlawanan di Lebanon telah mengubah Israel dari posisi menyerang menjadi posisi bertahan."