Qatar Mengapresiasi Republik Islam Iran
-
Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, Menteri Luar Negeri QataMenteri Luar Negeri Qatar
Mengkritik tindakan yang diambil untuk memblokade Qatar, Menteri Luar Negeri Qatar memuji dukungan Republik Islam Iran untuk Doha selama pengepungan.
"Semua tuduhan yang dibuat oleh Arab Saudi dan sekutunya terhadap Qatar adalah palsu," kata Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, Menteri Luar Negeri QataMenteri Luar Negeri Qatar Senin (16/11/2020) malam, merujuk pada blokade Qatar oleh Arab Saudi dan sekutunya. Demikian dilaporkan FNA, Senin (16/11/2020).
Menteri luar negeri Qatar berterima kasih kepada Iran karena telah membuka wilayah udaranya ke Qatar selama blokade dengan mengatakan pihaknya tidak mengambil tindakan permusuhan terhadap negara-negara yang mengepung.
Sebelumnya, Mohammed bin Abdulrahman Al Thani juga memuji Iran dan mencatat bahwa setelah pengepungan Qatar oleh Arab Saudi dan sekutunya, Republik Islam Iran adalah satu-satunya cara untuk menyediakan obat dan makanan bagi rakyat Qatar.
Arab Saudi dan sekutunya (Mesir, UEA dan Bahrain) yang mengikut Riyadh memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada 5 Juni 2017. Selain menjatuhkan sanksi, empat negara ini juga menutup perbatasan darat, laut dan udara mereka atas Qatar.
Pada 23 Juni 2017, keempat negara itu mengajukan daftar 13 permintaan ke Qatar, yang menyatakan bahwa normalisasi hubungan dengan Doha bergantung pada implementasi semua permintaan ini.
Syarat paling penting yang ditetapkan Arab Saudi dan sekutunya untuk Qatar termasuk pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran dan Hizbullah, penutupan total Aljazeera dan pembongkaran pangkalan militer Turki di tanah Qatar. Doha tidak menerima persyaratan tersebut.