Jihad Islam Palestina: Pertempuran Saif al-Quds Akhiri Kesepakatan Abad
-
Gerakan Jihad Islam Palestina.
Anggota Biro Politik Gerakan Jihad Islam Palestina, Khalid al-Batsh mengatakan, kami tidak akan membiarkan musuh mendikte ketentuannya pada kubu perlawanan di Gaza atau memaksakan syarat untuk memisahkan Jalur Gaza dari Tepi Barat dan Quds.
"Perang terbaru telah mengakhiri keributan yang diciptakan oleh penjajah dan pemukim Zionis di Quds dan Masjid al-Aqsa. Perang 'Saif al-Quds' juga mengakhiri apa yang disebut Kesepakatan Abad," kata al-Batsh seperti dikutip laman Filistin al-Yawm, Minggu (30/5/2021).
Sementara itu, Sekjen Gerakan Jihad Islam, Ziyad al-Nakhalah dalam pidatonya dari Damaskus untuk acara perayaan kemenangan kubu perlawanan di Jalur Gaza, mengatakan kapan pun rezim Zionis melakukan teror terhadap para pemimpin dan mujahidin Palestina, kami akan segera menyerang Tel Aviv dengan roket.
"Jihad Islam akan terus melawan rezim penjajah dan tidak akan menyerah dalam kondisi apapun dan dengan segala pengorbanannya, sampai penjajah terusir dari tanah ini," tegasnya.
Menurut al-Nakhalah, persatuan rakyat dan perlawanan Palestina adalah jalan utama untuk merebut kembali hak-hak rakyat Palestina. "Selama pendudukan Palestina masih berlanjut, kawasan dan dunia tidak akan pernah melihat perdamaian dan ketentraman," tambahnya.
"Sampai kapan pun, Quds akan tetap menjadi prioritas utama Palestina dan ia akan menjadi penentram hati mereka," tandasnya.
Al-Nakhalah mengatakan, pertempuran terbaru antara perlawanan dan Israel belum berakhir, para pejuang Palestina masih mengangkat senjata dan bersiap untuk melanjutkan serangan terhadap target dan posisi musuh. (RM)