Sekjen Hizbullah: Kami akan Shalat di Masjid Al Aqsa !
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i98688-sekjen_hizbullah_kami_akan_shalat_di_masjid_al_aqsa_!
Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrullah mengatakan, "Saya optimis kita akan menunaikan shalat berjamaah di Masjid Al-Aqsa".
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 09, 2021 06:51 Asia/Jakarta
  • Sayid Hassan Nasrullah
    Sayid Hassan Nasrullah

Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrullah mengatakan, "Saya optimis kita akan menunaikan shalat berjamaah di Masjid Al-Aqsa".

Sayid Hassan Nasrullah dalam acara peringatan 30 tahun berdirinya jaringan media Al-Manar Lebanon hari Selasa (8/6/2021) mengatakan, "Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa adalah masalah seluruh umat Islam. Bangsa Palestina sedang memperjuangkan Al-Quds, dan umat Islam harus mendukung mereka,".

"Kami menghadapi musuh yang kejam, bodoh, dan dilanda krisis yang berusaha menghindari kebuntuan internalnya. Ada kemungkinan bahwa Perdana Menteri rezim agresor, Benjamin Netanyahu menggunakan segala opsi, bahkan yang paling bodoh sekalipun. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati menyikapinya," ujar Sekjen Hizbullah Lebanon.

Di bagian lain statemennya, Sayid Nasrullah menyinggung langkah AS yang memperkenalkan diri sebagai pihak yang akan mengakhiri perang di Yaman, dan menilainya sebagai tindakan tipu muslihat yang menyesatkan, karena sebenarnya AS tidak ingin mengakhiri perang dan melanjutkan blokade Yaman.

Sekjen Hizbullah juga menyoroti masalah dalam negeri Lebanon  dengan mengatakan bahwa Hizbullah tidak berpikir untuk menunda pemilu sama sekali yang harus diadakan tepat waktu. Hizbullah menentang pemilu parlemen dini, karena pemilihan parlemen dini bukanlah solusi, tetapi buang-buang waktu dan cara yang menyimpang.

Nasrullah membantah tuduhan sebagian pihak terhadap Hizbullah sebagai penyebab krisis Lebanon yang mengabaikan penyebab krisis dan fakta dari sepak terjang Amerika dan Israel.

Menurutnya, kinerja pejabat saat ini lemah di semua bidang, dan kelemahan ini harus diatasi, terutama karena krisis pembentukan pemerintahan telah berlangsung lama dan mungkin akan berkepanjangan. (PH)