Ketika Warga Memprotes Kerja Sama AS dengan Rezim Zionis
Kelanjutan kebijakan Zionis Israel yang bermusuhan dan menindas terhadap Palestina telah menyebabkan ratusan organisasi masyarakat sipil di seluruh dunia mendukung gerakan boikot, menyerukan diakhirinya kerjasama dengan perusahaan-perusahaan Israel dan larangan pembelian barang-barang buatan Israel.
Sekaitan dengan hal ini, puluhan aktivis hak-hak Palestina berkumpul di depan sebuah rumah sakit di kota Tampa, Florida, untuk memprotes kerja sama pusat perawatan itu dengan perusahaan-perusahaan Israel. Rumah sakit ini menandatangani perjanjian kerja sama dengan tujuh perusahaan Zionis bulan lalu.
Selama pertemuan protes itu, pengunjuk rasa memegang plakat bertuliskan "Rezim Zionis tidak bertindak sebagai kekuatan pendudukan untuk memberikan perawatan kesehatan kepada orang-orang di bawah pendudukannya, mencegah penerimaan peralatan medis dan pada saat yang sama membom infrastruktur kesehatan dan rumah sakit".
Kebijakan ekspansionis, penyelesaian berkelanjutan pemukiman zionis di wilayah Palestina dan pengabaian hak-hak mereka oleh Israel, serangan rezim ini ke Jalur Gaza dan gugur syahid dan terlukanya ratusan warga Palestina, khususnya anak-anak, mencegah obat-obatan dan peralatan medis serta ratusan kejahatan lain Zionis Israel terhadap warga tertindas Palestina dan publikasi gambar dari beberapa kejahatan ini di media sosial telah menyebabkan opini publik banyak orang di dunia menjadi terpengaruh dan sentimen anti-Israel di dunia internasional meningkat.
Dalam hal ini, banyak warga dunia, saat bergabung dengan gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS), yang merupakan kampanye internasional untuk menekan rezim Zionis karena pendudukan tanah Palestina dan pembangunan distrik zionis di tanah ini, melarang penggunaan produk-produk Israel dan permintaan untuk menghentikan setiap kerja sama dengan perusahaan Zionis.
Sejatinya, gerakan BDS, sebagai gerakan pro-Palestina, telah bekerja dengan tujuan untuk memboikot, mengisolasi, serta menahan diri untuk tidak berinvestasi dan bekerja sama dengan Israel, terutama dalam beberapa tahun terakhir, ketika kerja sama antara Amerika Serikat dan rezim Zionis telah ditingkatkan.
Kelanjutan kebijakan Zionis Israel yang bermusuhan dan menindas terhadap Palestina telah menyebabkan ratusan organisasi masyarakat sipil di seluruh dunia mendukung gerakan boikot, menyerukan diakhirinya kerjasama dengan perusahaan-perusahaan Israel dan larangan pembelian barang-barang buatan Israel.
Amerika Serikat, sebagai pendukung terpenting rezim Zionis, bukan hanya mengambil langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mendukung kebijakan dan kepentingan rezim Zionis selama kepresidenan Donald Trump, tetapi juga melakukan upaya terus-menerus oleh beberapa pejabatnya, termasuk Menteri Luar Negeri, untuk melemahkan dan menjatuhkan sanksi terhadap organisasi dan gerakan Anti-Zionis di seluruh dunia.
Namun terlepas dari dukungan ini, pendekatan rakyat untuk memberi sanksi kepada Zionis Israel dan tidak membeli barang yang diproduksi oleh perusahaan Israel telah menemukan tempat mereka di banyak negara dan Amerika Serikat. Banyak warga dari negara-negara ini mengekspresikan penentangan mereka terhadap kebijakan agresif Israel dengan cara ini.
Gerakan-gerakan tersebut kini menjadi masalah bagi rezim Zionis, dan banyak barang-barang Israel yang tidak lagi dibeli seperti semula, dan banyak perusahaan Israel yang terancam bangkrut.
"Boikot, Divestasi dan Sanksi Israel bukanlah sebuah negara, tetapi apa yang dilakukannya di seluruh dunia terhadap kebijakan negara pendudukan telah merampas tidur dari para pembuat keputusan di Tel Aviv. Ini telah menyebabkan gerakan itu dilihat sebagai ancaman strategis bagi Israel," kata Zuhair Andrews, seorang pakar politik.
Di Amerika Serikat, gerakan boikot memiliki banyak pendukung, apalagi sekarang dengan merebaknya penyakit COVID-19 yang semakin dibutuhkan untuk bersinergi menyediakan obat-obatan, peralatan medis dan vaksin.
Kelanjutan agresi Israel dan penolakan rezim terhadap akses warga Palestina ke rumah sakit dan vaksin telah membuat marah banyak pendukung dan anggota gerakan sanksi. Keberatan terhadap kinerja rumah sakit Amerika juga harus dievaluasi dalam hal ini.