Palestina Serukan Pembatalan Keanggotaan Rezim Zionis di Uni Afrika
Kelompok-kelompok Palestina telah meminta negara-negara Arab dan Afrika yang berpartisipasi dalam KTT Uni Afrika untuk membatalkan keanggotaan rezim Zionis.
Pertemuan Dewan Eksekutif Menteri Luar Negeri Uni Afrika dijadwalkan akan diadakan hari ini, Sabtu (5/2/2022) di Addis Ababa.
Menurut Palestina Al-Youm, Hamas dalam pernyataannya menentang keras keanggotaan rezim Zionis di Dewan Eksekutif Menteri Luar Negeri Uni Afrika dan menyebutnya sebagai pelanggaran jelas terhadap Piagam Hak Asasi Manusia dan prinsip-prinsipnya seperti penentangan terhadap rasisme, serta kebutuhan untuk mengakhiri kolonialisme dan realisasi hak penentuan nasib sendiri.
Hamas juga meminta negara-negara Afrika untuk menunjukkan solidaritas di Uni Afrika dengan rakyat Palestina dan mencegah pendudukan kembali Al-Quds oleh rezim Zionis..
Gerakan Fatah juga menyerukan supaya negara-negara Afrika menjadikan KTT Uni Afrika menjadi pertemuan puncak untuk menggulingkan rezim Zionis dan membangun prinsip-prinsip dan landasan solidaritas antarbangsa.
Juru bicara gerakan Fatah di Aljazair, Yamen Qadbah, juga mengatakan bahwa gerakannya menyambut baik setiap langkah untuk mendiskreditkan rezim Zionis.
Surat kabar Rai Al Yaoum juga melaporkan bahwa pejabat Aljazair secara resmi menolak akses Tel Aviv ke Uni Afrika, dengan tujuan melestarikan prinsip-prinsip Uni Afrika dan mendukung Palestina.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Aljazair Ramatan Lamara mengatakan bahwa negaranya tidak akan menyerah pada isu keanggotaan rezim Zionis di Uni Afrika dan akan melakukan diplomasi intensif untuk melawannya.
Rezim Zionis baru-baru ini bergabung dengan Uni Afrika sebagai anggota pengamat, yang memancing reaksi dari berbagai kelompok Palestina dalam beberapa hari terakhir. (PH)